Pencarian

Inflasi Agustus Tembus 3,19%, Harga Ayam dan Cabai Jadi Pendorong Utama

Selasa, 01 September 2026 • 15:24:31 WIB
Inflasi Agustus Tembus 3,19%, Harga Ayam dan Cabai Jadi Pendorong Utama
Daging ayam ras dan aneka cabai menjadi pendorong utama inflasi Agustus yang tercatat 3,19 persen secara tahunan.

JAMBI — Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi inflasi sebesar 3,86%, menjadi penyumbang terbesar di antara seluruh kelompok pengeluaran. Komoditas utama yang memicu adalah daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, serta aneka cabai dan sigaret.

Pangan Bergejolak Kembali Menekan

Kelompok pangan secara bulanan mencatat inflasi 0,57% dengan andil 0,17 poin persentase. Dari total inflasi bulanan 0,21%, sebagian besar tekanan berasal dari bahan pangan yang harganya fluktuatif.

Ateng menjelaskan komoditas volatile food seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan beras menjadi biang kerok utama. Kenaikan harga juga terjadi pada ikan segar, minyak goreng, daging sapi, serta sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin yang masuk dalam kelompok makanan dan tembakau.

Harga Diatur Pemerintah Masih Menahan Laju

Meski tekanan pangan meningkat, inflasi masih tertahan berkat harga yang dikelola pemerintah. Bahan bakar minyak, tarif listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga belum mengalami kenaikan berarti pada Agustus. Ini menjadi bantalan yang mencegah inflasi melonjak lebih dalam.

Dengan inflasi tahunan yang masih di bawah 3,5%, Bank Indonesia memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga acuan. Namun, kenaikan harga pangan yang berkelanjutan bisa menggerus daya beli rumah tangga, terutama kelompok menengah ke bawah yang porsi belanjanya besar untuk makanan.

Arah Suku Bunga dan Dampak ke Konsumen

Data inflasi ini menjadi sinyal bagi pasar untuk membaca arah kebijakan moneter. Jika tekanan pangan berlanjut, BI diperkirakan akan bersikap hati-hati dalam melonggarkan suku bunga hingga akhir tahun. Sebaliknya, jika inflasi inti tetap terkendali, masih ada peluang untuk mempertahankan stance akomodatif.

Bagi konsumen, kenaikan harga ayam, cabai, dan beras berarti pengeluaran bulanan membengkak. Intervensi pasokan pangan, seperti operasi pasar dan penyaluran beras murah, menjadi instrumen yang diandalkan untuk menahan gejolak harga di tingkat eceran.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks