Pencarian

ESDM Bantah Isu Pertalite Naik Rp13.500, Pastikan Harga Subsidi Tetap

Jumat, 25 September 2026 • 14:06:31 WIB
ESDM Bantah Isu Pertalite Naik Rp13.500, Pastikan Harga Subsidi Tetap
Kementerian ESDM membantah kabar kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 per liter.

JAMBI — Kementerian ESDM membantah kabar yang menyebut harga Pertalite naik dari Rp10.000 menjadi Rp13.500 per liter mulai 26 September 2026. Informasi itu dinilai hoaks yang menyebar lewat poster digital di media sosial dengan mencatut foto Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Pemerintah memastikan tarif BBM subsidi tidak berubah hingga akhir tahun.

Bantahan disampaikan langsung oleh Kementerian ESDM menyusul ramainya unggahan akun Threads @hnnn_sypp yang menyertakan poster digital berisi klaim penyesuaian harga Pertalite. Poster itu mencantumkan narasi bahwa pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM subsidi karena lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebutuhan menekan beban subsidi negara.

Poster tersebut hanya memuat klaim perubahan harga untuk Pertalite, tanpa menyertakan informasi soal Biosolar. Di bagian bawah, poster juga memuat ajakan menghemat BBM subsidi dan beralih ke transportasi umum untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Pemerintah Minta Publik Verifikasi Informasi ke Saluran Resmi

Kementerian ESDM mengimbau masyarakat lebih teliti dan bijak dalam menyerap isu yang berkembang. Publik diminta memverifikasi setiap informasi melalui saluran resmi pemerintah atau media massa yang tepercaya.

"Lebih teliti dan lebih cerdas dalam menyerap informasi, sehingga Anda tidak mudah diprovokasi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat masyarakat jadi emosi," ujar pihak Kementerian ESDM.

Imbauan itu muncul karena rumor kenaikan harga sempat memicu reaksi beragam di media sosial. Sebagian warganet bersikap kritis dan mempertanyakan keabsahan kabar tersebut, sementara sebagian lain langsung mempercayainya hingga terdorong membeli BBM lebih awal sebagai antisipasi.

Skema Harga BBM Non-Subsidi Mengikuti ICP

Sebelum isu ini meluas, Bahlil Lahadalia sempat menjelaskan skema penentuan harga BBM non-subsidi yang pergerakannya selalu mengacu pada Indonesian Crude Price (ICP).

"Kalau harga minyak nonsubsidi itu mengikuti harga pasar. Kalau ICP naik, otomatis dia naik, tetapi kalau ICP turun, pasti ada koreksi," kata Bahlil usai acara MKI Electricity Connect 2026 di Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Penjelasan itu berlaku khusus untuk BBM non-subsidi. Untuk jenis subsidi, Bahlil menegaskan komitmen pemerintah tidak mengubah tarif hingga penutupan tahun ini.

"[Hal] yang kedua, harga minyak subsidi sampai dengan akhir tahun tidak akan ada kenaikan. Udah itu deal, itu perintah Pak Presiden Prabowo," tegasnya.

Cadangan BBM Nasional di Kisaran 18-20 Hari

Di samping membahas harga, Bahlil memastikan ketersediaan pasokan energi nasional berada dalam kondisi aman. Tingkat ketahanan cadangan BBM nasional saat ini berkisar antara 18 hingga 20 hari.

Angka itu menjadi acuan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan menjelang akhir tahun. Masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan kebijakan harga berdasarkan poster atau unggahan yang tidak jelas sumbernya.

Kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 per liter dari sebelumnya Rp10.000 per liter dipastikan tidak termasuk kebijakan yang berlaku pada 26 September 2026. Informasi resmi soal tarif BBM subsidi hanya disampaikan melalui kanal Kementerian ESDM dan Pertamina.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks