Pencarian

15 Persalinan Usia Anak dan Remaja Ditemukan di Kabupaten Malang

Senin, 21 September 2026 • 11:37:31 WIB
15 Persalinan Usia Anak dan Remaja Ditemukan di Kabupaten Malang
Dinkes Kabupaten Malang mencatat 15 persalinan pada ibu berusia di bawah 20 tahun hingga September 2026.

JAMBI — Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat 15 persalinan pada ibu berusia di bawah 20 tahun sepanjang peninjauan fasilitas kesehatan hingga September 2026. Dari temuan itu, satu di antaranya adalah anak perempuan berusia 12 tahun yang melahirkan. Berikut rincian temuan, risiko kesehatan, dan langkah pendampingan yang perlu ibu ketahui.

Seluruh ibu yang melahirkan dilaporkan dalam kondisi sehat. Meski begitu, pemantauan tumbuh kembang anak-anak yang lahir tetap menjadi perhatian serius.

Satu Kasus Melibatkan Anak Perempuan 12 Tahun

Dalam periode yang sama, Rita Handayani, petugas fungsional Seksi Kesehatan Keluarga Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Malang, menemukan kasus kehamilan pada seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Pasangannya berusia 15 tahun.

Keduanya masih tergolong anak menurut Undang-Undang Perlindungan Anak. Temuan itu didapat saat kunjungan ke puskesmas dan pendampingan bersama sebuah organisasi.

Kasusnya dilaporkan kepada Rita, lalu ditelusuri melalui anamnesis atau pemeriksaan riwayat kesehatan.

Risiko Kesehatan Ibu dan Bayi di Usia Muda

Kehamilan pada usia anak dan remaja membawa risiko kesehatan lebih tinggi, baik bagi ibu maupun bayi. Organ reproduksi yang belum matang meningkatkan kemungkinan komplikasi persalinan.

Risiko lain yang mengintai adalah berat badan lahir rendah hingga gangguan tumbuh kembang pada anak. Karena itu, pendampingan sejak kehamilan sampai masa pertumbuhan anak menjadi kunci.

Stunting Jadi Tantangan Jangka Panjang

Rita menyebut risiko jangka panjang bagi anak-anak yang dilahirkan belum bisa dipastikan. Salah satu yang ia waspadai adalah kemungkinan stunting atau gangguan tumbuh kembang.

"Tantangan jangka panjangnya adalah memastikan anak yang sudah lahir itu diawasi tumbuh kembangnya. Jika tidak ada pengetahuan dan pemeliharaan yang cukup, maka anak berpotensi stunting," ujar Rita kepada RRI Malang, Senin (21/9/2026).

Pernyataan itu menegaskan pentingnya pengetahuan gizi dan pola asuh yang cukup bagi ibu muda. Tanpa itu, anak berisiko mengalami hambatan pertumbuhan yang berdampak jangka panjang.

Pendampingan dan Pemantauan Tumbuh Kembang

Seluruh ibu yang melahirkan dalam kondisi sehat. Rita menyampaikannya saat ditemui RRI Malang, Senin (21/9/2026).

"Alhamdulillah sampai dengan hari ini, dari 15 orang yang melahirkan itu semuanya sehat," katanya.

Meski kondisi ibu sehat, pemantauan tumbuh kembang anak tetap harus berjalan rutin. Ibu bisa memanfaatkan posyandu, puskesmas, atau bidan terdekat untuk memantau berat badan, tinggi badan, dan perkembangan anak.

Kapan Perlu Konsultasi ke Tenaga Kesehatan

Ibu muda yang baru melahirkan sebaiknya segera berkonsultasi jika anak menunjukkan tanda berat badan tidak naik, sulit makan, atau perkembangan motorik dan bicara yang lambat. Jangan tunda pemeriksaan ke puskesmas atau dokter anak.

Pendampingan psikologis juga penting, terutama bagi ibu yang melahirkan di usia remaja. Dukungan keluarga dan lingkungan membantu ibu menjalani peran barunya dengan lebih tenang.

Fakta 15 persalinan usia anak dan remaja di Kabupaten Malang menjadi pengingat bahwa pendampingan kesehatan reproduksi dan pemantauan tumbuh kembang anak tidak bisa ditawar. Semakin cepat ibu mendapat informasi dan bantuan tenaga kesehatan, semakin besar peluang anak tumbuh sehat dan terbebas dari risiko stunting.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks