MUARO JAMBI — Pengawas madrasah M. Yaskin menilai para guru MAN 1 Muaro Jambi tetap menjalankan tugas pembelajaran di tengah keterbatasan akibat kabut asap karhutla. Penilaian itu disampaikan usai meninjau langsung pelaksanaan PJJ di madrasah tersebut. Guru dinilai mampu memanfaatkan berbagai media yang dikuasai untuk menyampaikan materi kepada siswa.
"Saya mengapresiasi upaya dan usaha para guru yang tetap melaksanakan PJJ dengan media yang mereka kuasai," ujar M. Yaskin.
Media Pembelajaran Disesuaikan dengan Kebutuhan Tiap Mata Pelajaran
Dalam kegiatan monev, M. Yaskin menyaksikan langsung bagaimana guru MAN 1 Muaro Jambi menyampaikan materi melalui beragam media. Pemilihan media disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pembelajaran. Langkah itu diambil agar siswa tetap memperoleh materi sesuai jadwal yang ditetapkan.
Kepala MAN 1 Muaro Jambi Jurmalis mendampingi pengawas selama monitoring berlangsung. Kehadiran kepala madrasah menjadi sumber informasi mengenai pelaksanaan PJJ di lingkungan madrasah. Kendala yang dihadapi selama PJJ turut menjadi bahan evaluasi bagi pihak madrasah.
Waka Kurikulum Suratno menambahkan bahwa pelaksanaan PJJ membutuhkan penyesuaian dari sisi kurikulum. Guru harus mengatur strategi pembelajaran sesuai media yang tersedia. Pemantauan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pembelajaran berlangsung efektif.
Guru dan Siswa Dituntut Beradaptasi dengan Pembelajaran dari Rumah
Pelaksanaan PJJ selama kabut asap menjadi pengalaman tersendiri bagi guru dan siswa MAN 1 Muaro Jambi. Guru dituntut mampu beradaptasi dengan penggunaan berbagai media pembelajaran. Siswa juga perlu memiliki kemandirian dalam mengikuti pembelajaran dari tempat masing-masing.
Komunikasi antara guru dan siswa menjadi salah satu faktor penting agar materi tetap tersampaikan. Dukungan seluruh warga madrasah diperlukan untuk menjaga keberlangsungan proses pembelajaran. Pihak madrasah berupaya memastikan guru tetap melaksanakan tugasnya sesuai jadwal.
Harapan agar Pembelajaran Tatap Muka Segera Kembali Digelar
M. Yaskin berharap kondisi kabut asap dapat segera berakhir. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan apabila kondisi lingkungan telah memungkinkan.
"Mudah-mudahan musibah ini segera berakhir dan kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat segera terlaksana," harapnya.
Aspek keselamatan dan kondisi lingkungan tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran. Pembelajaran tatap muka dinilai memungkinkan interaksi yang lebih optimal antara guru dan siswa. Namun hal itu baru bisa dilakukan ketika situasi benar-benar memungkinkan.
Kegiatan monev juga menjadi kesempatan bagi pihak madrasah untuk menyampaikan kondisi pelaksanaan pembelajaran selama PJJ. Masukan dari pengawas menjadi bahan evaluasi bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran diharapkan terus dikembangkan sesuai kebutuhan.
Kunjungan pengawas madrasah diharapkan memperkuat koordinasi antara pengawas dan MAN 1 Muaro Jambi. Monitoring tidak hanya menjadi kegiatan evaluasi, tetapi juga bentuk pendampingan terhadap madrasah. Pihak madrasah terus berkomitmen menjaga proses pembelajaran agar tetap berjalan hingga kondisi lingkungan kembali normal.