Pencarian

Kebakaran Hutan di Jambi Hanguskan 2,5 Hektare Kebun Pinang, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api di Tanah Semi Gambut

Minggu, 23 Agustus 2026 • 01:24:01 WIB
Kebakaran Hutan di Jambi Hanguskan 2,5 Hektare Kebun Pinang, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api di Tanah Semi Gambut
Petugas gabungan memadamkan api di lahan perkebunan seluas 2,5 hektare yang terbakar di Jambi.

JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda Provinsi Jambi. Sebuah kawasan perkebunan campuran seluas 2,5 hektare yang ditanami pinang dan kelapa sawit hangus terbakar, memaksa petugas gabungan dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Proses pemadaman di lokasi kejadian berlangsung alot. Tim Manggala Agni bersama Satgas Karhutla Provinsi Jambi tidak hanya berhadapan dengan kobaran api di permukaan, tetapi juga potensi api yang bersembunyi di bawah tanah.

Karakter Tanah Semi Gambut Jadi Kendala Utama

Lahan yang terbakar memiliki karakteristik tanah semi gambut. Kondisi ini membuat proses pemadaman harus dilakukan secara ekstra hati-hati karena api berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Jika tidak ditangani tuntas, bara tersebut bisa kembali memicu kobaran api di titik lain ketika kondisi kering. Petugas pun harus memastikan setiap tunggul kayu yang masih berasap benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Bahaya Tersembunyi di Lokasi Kebakaran

Selain tantangan memadamkan bara di tanah semi gambut, petugas juga dihadapkan pada bahaya fisik di lapangan. Maraknya pohon pinang yang tumbang akibat dilalap api menjadi ancaman serius bagi keselamatan tim pemadam.

Pohon-pohon yang sudah rapuh tersebut bisa roboh sewaktu-waktu dan menimpa petugas yang sedang fokus menyiram titik-titik api. Kewaspadaan ekstra pun menjadi prioritas utama selama proses pemadaman berlangsung di wilayah Provinsi Jambi itu.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 20.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks