JAMBI — Kafilah Provinsi Jambi menutup perjalanan di MTQ Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 dengan peringkat ke-13 nasional dari 37 provinsi peserta. Posisi itu ditetapkan melalui Keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 Nomor Kep-05/DH/MTQN-XXXI/IX/2026. Ajang tersebut resmi ditutup pada Sabtu (19/9/2026) di Provinsi Jawa Tengah.
Dari tujuh cabang yang diikuti, sejumlah peserta asal Jambi berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional. Abizar Ramadhan menjadi sorotan lewat gelar Juara 1 Tilawah Anak Putra. Helfina Eka Fumiyo menyusul dengan Juara 2 pada cabang Tilawah Remaja Putri.
Tujuh Prestasi yang Dibawa Pulang Kafilah Jambi
Selain dua gelar juara tersebut, Kafilah Jambi mengumpulkan sejumlah posisi harapan di berbagai cabang. Berikut daftar lengkapnya:
- Juara 1 Tilawah Anak Putra — Abizar Ramadhan
- Juara 2 Tilawah Remaja Putri — Helfina Eka Fumiyo
- Harapan 1 Qiraat Mujawwad Dewasa Putra
- Harapan 2 Qiraat Murottal Dewasa Putri
- Harapan 2 Tilawah Canet Putri
- Harapan 3 Qiraat Murottal Remaja Putra
- Harapan 3 Tilawah Anak Putri
Dukungan Wagub hingga Kepala Biro Kesra di Rangkaian Penutupan
Pada rangkaian penutupan MTQ Nasional XXXI, Kafilah Jambi mendapat dukungan langsung dari sejumlah pejabat daerah. Hadir mendampingi Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Asisten I Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, serta Kepala Biro Kesra Provinsi Jambi Amrulsyah.
Kehadiran rombongan pemerintah daerah itu menegaskan posisi kafilah sebagai representasi resmi Provinsi Jambi di forum nasional. Dukungan serupa biasanya juga menyertai pembinaan peserta sebelum keberangkatan ke ajang MTQ.
Peringkat 13 dari 37 Provinsi, Modal Pembinaan Berikutnya
Dengan raihan tersebut, Kafilah Jambi membawa pulang sejumlah prestasi sekaligus menempatkan nama Provinsi Jambi dalam persaingan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Peringkat ke-13 dari 37 provinsi peserta menjadi pijakan untuk pembinaan kafilah pada edisi berikutnya.
Sejumlah cabang yang belum menghasilkan juara menjadi catatan tersendiri bagi pembina di daerah. Evaluasi pasca-MTQ umumnya menyoroti kesiapan peserta di cabang-cabang yang persaingannya paling ketat.