KOTA JAMBI — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jambi merampungkan persiapan akhir menjelang pemberangkatan 3.276 calon haji tahun ini. Kepastian ini didapat setelah jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menggelar apel gabungan di Kota Baru, Kota Jambi, Senin (4/5/2026).
Apel tersebut melibatkan lintas instansi, mulai dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Balai Kekarantinaan Kesehatan, hingga pemerintah provinsi. Koordinasi ini bertujuan menjamin seluruh rangkaian proses pemberangkatan, mulai dari asrama hingga embarkasi, berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Jadwal Keberangkatan: Kloter Pertama Menuju Batam 5 Mei Malam
Sesuai jadwal teknis, jamaah dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 5 Mei 2026. Setelah menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan terakhir di asrama, jamaah akan diberangkatkan menuju Batam pada malam harinya.
"Jamaah akan masuk asrama haji pada 5 Mei 2026 dan malam harinya diberangkatkan menuju Batam. Kemudian keberangkatan dilanjutkan secara bertahap mulai 11 Mei hingga 20 dan 21 Mei 2026," kata Wahyudi Abdul Wahab usai apel gabungan di Kota Baru.
Wahyudi menekankan bahwa kelompok terbang (kloter) perdana, yakni Kloter BTH 13, akan menjadi indikator penting. Pelayanan pada kloter awal ini bakal dievaluasi secara ketat untuk memastikan standar pelayanan pada kloter-kloter berikutnya tetap terjaga maksimal.
Rincian Kuota: 3.306 Orang Terbagi dalam Delapan Kelompok Terbang
Total jamaah yang diberangkatkan dari Jambi tahun ini mencapai 3.306 orang. Angka tersebut terdiri dari 3.276 calon haji reguler dan didampingi oleh 30 petugas haji daerah maupun pusat.
Seluruh jamaah Jambi akan terbagi ke dalam tujuh kloter utuh dan satu kloter gabungan. Pembagian ini dilakukan untuk memudahkan manajemen logistik dan pengawasan kesehatan selama perjalanan menuju Arab Saudi.
"Kami berpesan kepada seluruh petugas untuk bertugas dan melayani jamaah dengan baik," ujar Wahyudi menekankan pentingnya dedikasi petugas di lapangan.
Sinergi Lintas Instansi Pastikan Pelayanan Jamaah Optimal
Pemantapan persiapan tidak hanya fokus pada jadwal penerbangan, tetapi juga pengamanan dan mobilisasi jamaah. Keterlibatan Dinas Perhubungan dan kepolisian menjadi kunci dalam mengatur lalu lintas dari daerah asal menuju asrama haji di Kota Jambi.
Selain itu, Balai Kekarantinaan Kesehatan telah disiagakan untuk memantau kondisi fisik jamaah sebelum terbang. Langkah mitigasi ini diambil guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan saat jamaah berada di pesawat maupun setibanya di tanah suci.
Hingga saat ini, PPIH Jambi menyatakan seluruh persiapan dokumen dan visa jamaah sudah berada pada tahap final. Petugas di tiap titik pelayanan diminta memahami peran spesifik mereka agar tidak terjadi penumpukan atau kendala teknis saat proses pemberangkatan berlangsung.