JAMBI — Kepala Bidang Bina Haji, Umrah, dan Pelayanan Haji Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, Majdi, di Jambi, Senin, menekankan bahwa langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan panitia, jamaah haji, maupun keluarga yang terlibat dalam proses penyambutan.
Keluarga Tidak Boleh Jemput Langsung di Asrama Haji
Kanwil Kemenhaj melarang keluarga menjemput jamaah secara langsung di Asrama Haji Jambi. Ketentuan ini diterapkan demi menjaga ketertiban dan kelancaran proses pemulangan.
Panitia yang bertugas di Embarkasi Haji Antara Jambi diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker selama proses penyambutan dan pemulangan berlangsung. "Upaya antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan," kata Majdi.
Kloter Pertama Tiba Selasa Malam
Jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 13 menjadi kloter pertama asal Provinsi Jambi. Mereka dijadwalkan tiba di Jambi pada Selasa (16/6) malam.
Pihak Kanwil Kemenhaj telah melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan, termasuk rapat koordinasi, apel gabungan, dan pemantapan teknis bersama seluruh unsur panitia yang terlibat dalam proses pemulangan.
Antisipasi Penularan Penyakit Pasca Ibadah
Majdi menjelaskan bahwa jamaah haji baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah yang mempertemukan jutaan umat Islam dari berbagai negara. "Tingginya mobilitas dan interaksi selama pelaksanaan ibadah haji berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit," ujarnya.
Pihaknya berharap seluruh rangkaian pemulangan jamaah haji asal Provinsi Jambi dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. "Kami juga berharap seluruh jamaah haji dapat kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci," kata Majdi.