JAMBI — Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan capaian ini membuktikan ekosistem kepelabuhanan di wilayah timur terus berkontribusi nyata terhadap konektivitas nasional. “Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan dinamika perdagangan, kami tetap mampu menjaga pertumbuhan pada sejumlah indikator utama,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar.
Rute Baru dan Tiket Elektronik Dorong Lonjakan Penumpang
Pertumbuhan arus penumpang tertinggi terjadi di Pelabuhan Kendari. Penyebabnya, pembukaan rute baru Kendari-Wawonii melalui pangkalan perahu yang membuka akses masyarakat ke wilayah terpencil. Balikpapan menyusul di posisi kedua berkat tingginya mobilitas saat musim mudik dan libur panjang.
Ambon juga mencatat peningkatan signifikan karena aktivitas kapal Pelni dan kapal perintis yang padat. Sementara itu, Ternate berhasil menaikkan trafik setelah menerapkan sistem tiket elektronik yang mempermudah calon penumpang. Parepare pun menikmati lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran.
Peti Kemas Tumbuh 2,1 Persen, Ditopang Proyek Strategis Nasional
Tak hanya penumpang, arus peti kemas juga naik 2,1 persen secara tahunan. Pelabuhan Kendari mendapat tambahan layanan dari PT Meratus, sementara Merauke mencatat peningkatan berkat proyek strategis nasional di Papua Selatan. Pelabuhan Manokwari kebanjiran trafik dari pembangunan fasilitas publik, dan Sorong mengalami kenaikan aktivitas transshipment.
Parepare mencatat kenaikan arus peti kemas untuk kegiatan muat beras dan bongkar kebutuhan pokok masyarakat. Artinya, aktivitas logistik di pelabuhan-pelabuhan kecil mulai terintegrasi dengan rantai pasok nasional.
Arus Kapal Naik 6 Persen, Batu Bara dan Kapal Penumpang Jadi Motor
Indikator arus kapal mencatat pertumbuhan 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Balikpapan menjadi kontributor utama berkat aktivitas kapal tongkang batu bara dan kapal penumpang yang tinggi.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo Regional 4 dan seluruh anak usaha. “Kami terus melakukan penguatan layanan operasional, peningkatan kinerja dan produktivitas, serta pemanfaatan peluang pasar di setiap wilayah kerja,” katanya.
Ternate mencatat tambahan kunjungan kapal penumpang dan kegiatan Lawui, sementara Samarinda mengalami peningkatan tugboat dan tongkang di kawasan Muara Muntai dan Muara Pegah. Ambon juga mencatat pertumbuhan pada segmen kapal ro-ro dan kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM).
Ke depan, Pelindo Regional 4 berencana memperkuat infrastruktur, mengembangkan suprastruktur, serta mendorong digitalisasi layanan. Langkah ini diambil untuk menjaga momentum pertumbuhan dan memastikan konektivitas laut di timur Indonesia semakin efisien dan kompetitif.