JAMBI — Kebakaran yang menghanguskan mesin produksi oksigen di RSUD Sumbawa tidak berdampak pada operasional pelayanan kesehatan. Pihak rumah sakit memastikan aktivitas di gedung baru maupun gedung lama berjalan seperti biasa sejak Selasa (16/06/2026) pagi.
Mesin Terbakar Milik Pihak Ketiga, Produksi Dihentikan Sementara
Kepala Bidang Penunjang Medis dan Non-Medis RSUD Sumbawa, Khairul Alamsyah, menyampaikan bahwa unit mesin yang terbakar bukan aset rumah sakit, melainkan milik penyedia jasa eksternal. Akibat insiden tersebut, proses produksi oksigen di lokasi untuk sementara dihentikan.
”Produksi dihentikan sampai pihak ketiga menyatakan siap untuk beroperasi kembali,” ungkapnya di Sumbawa Besar, Selasa (16/06/2026).
Kebakaran terjadi pada malam hari dan berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait.
Stok Oksigen Aman, 50 Tabung Tambahan Sudah Dipesan
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan, manajemen rumah sakit langsung memesan 50 tabung oksigen tambahan dari pemasok. Langkah ini diambil agar pasokan tetap terjaga selama proses perbaikan dan evaluasi mesin oleh pihak ketiga.
”Sebagai langkah antisipasi, kami sudah memesan 50 tabung tambahan. Saat ini stok yang ada masih aman, yaitu sebanyak 47 tabung,” kata Khairul Alamsyah.
Kebutuhan oksigen di RSUD Sumbawa bersifat fluktuatif, tergantung pada jumlah pasien yang dirawat. Rata-rata pemakaian harian berkisar antara 15 hingga 20 tabung.
Direktur RSUD Sumbawa: Pelayanan Tak Terpengaruh
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH., melalui keterangan resmi yang disampaikan Khairul Alamsyah, menegaskan bahwa seluruh layanan medis, termasuk ruang rawat inap dan penanganan darurat, tetap beroperasi normal. Tidak ada pengalihan pasien atau pengurangan jam operasional akibat insiden ini.
”Pelayanan kesehatan di gedung baru maupun gedung lama tetap berjalan normal,” pungkasnya.