Kota Jambi — Banjir yang terus berdatangan di Simpang 4 Sipin masih menjadi beban warga setempat. Arpan, warga RT 33 Kelurahan Simpang 4 Sipin, telah tinggal di kawasan itu selama 40 tahun dan berkali-kali mengalami bencana yang sama.
Genangan Air Bertahan Berjam-jam Setiap Kejadian
"Setiap banjir begini terus, kalau ada solusi pengetesan (banjir) pasti berkurang, keadaannya begini," ujar Arpan saat ditemui pada Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, air yang menggenangi pemukiman tidak cepat surut. Dalam beberapa kejadian, genangan bertahan hingga berjam-jam bahkan seharian penuh, tergantung intensitas cuaca ekstrem.
"Kadang-kadang setengah hari, ini satu harian," katanya menambahkan.
Puluhan Rumah Terdampak Setiap Musim Hujan
Dampak banjir menyebar ke puluhan rumah di RT 33, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Wahi, warga lain di lokasi yang sama, mengalami gangguan serupa terhadap aktivitas sehari-hari.
Wahi memperkirakan banjir kali ini baru akan surut dalam waktu sekitar satu hari. Ia menekankan bahwa bencana serupa telah terjadi puluhan kali sebelumnya.
"Banjir kayak ini puluhan kali ada, bukan terganggu lagi, ini sehari nih (surutnya)," ungkapnya, menunjukkan kelelahan warga menghadapi persoalan yang berulang.
Kebutuhan Infrastruktur Drainase Mendesak
Keluhan warga mencerminkan kebutuhan infrastruktur pengendalian banjir yang lebih baik di kawasan tersebut. Simpang 4 Sipin, yang terletak di Kecamatan Telanaipura, memerlukan sistem pengaliran air yang mampu mengatasi volume air dalam waktu singkat saat cuaca ekstrem.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda solusi infrastruktur konkret yang disusulkan untuk mengatasi persoalan drainase di lokasi tersebut, sementara warga terus menanggung beban ekonomi dan sosial akibat banjir berulang.