Pencarian

Penjualan Mobil Hybrid Naik 42,9 Persen, tapi Kalah Jauh dari Mobil Listrik

Selasa, 01 September 2026 • 18:53:31 WIB
Penjualan Mobil Hybrid Naik 42,9 Persen, tapi Kalah Jauh dari Mobil Listrik
Penjualan mobil hybrid nasional tercatat naik 42,9 persen sepanjang Januari-Juli 2026, namun lajunya masih kalah dibandingkan mobil listrik murni.

JAMBI — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data distribusi pabrik ke dealer sepanjang Januari-Juli 2026. Dari angka tersebut, terlihat pergeseran preferensi konsumen yang kian cepat berpindah ke kendaraan listrik murni atau BEV. Sementara segmen hybrid memang tumbuh, lajunya tidak secepat mobil listrik.

Insentif Jadi Pemantik Utama Peralihan ke BEV

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kesadaran masyarakat terhadap penggunaan tenaga listrik meningkat. Hal ini didorong oleh fluktuasi harga BBM nonsubsidi yang membuat biaya operasional kendaraan konvensional ikut membengkak.

"Dengan harga BBM nonsubsidi ikut fluktuasi harga, maka masyarakat juga melihat bahwa penggunaan EV itu akan menghemat biaya," kata Airlangga dalam siaran persnya, Kamis (27/8/2026). Ia menambahkan peningkatan pertumbuhan kendaraan berbasis hybrid di semester satu mencapai 40 persen dibanding tahun lalu.

Namun daya tarik mobil listrik murni memang lebih kuat di mata konsumen. Sejumlah regulasi menguntungkan menjadi pembeda utama:

  • Pembebasan aturan ganjil-genap di wilayah perkotaan
  • Pajak kendaraan bermotor (PKB) dan BBNKB gratis
  • Insentif PPN yang menekan harga beli

PHEV Ikut Menanjak, LCGC Justru Anjlok

Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV) juga mencatatkan pertumbuhan signifikan. Distribusinya mencapai 6.988 unit sepanjang Januari-Juli 2026, padahal periode yang sama tahun lalu hanya 2.088 unit.

Di sisi berlawanan, mobil konvensional ICE makin kehilangan daya tarik. Segmen low cost green car (LCGC) anjlok 16,5 persen dengan total distribusi 64.633 unit, turun dari 77.402 unit pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini bukan fenomena baru. Berdasarkan data Gaikindo periode 2022 hingga 2025, volume penjualan mobil ICE merosot hingga 41,8 persen. Angkanya jatuh dari 869.153 unit di 2022 menjadi 729.739 unit di 2023, lalu 585.729 unit di 2024, dan akhirnya menyentuh 505.857 unit pada 2025.

Pasar Otomotif Nasional Bergeser ke Elektrifikasi

Peta kekuatan pasar otomotif Tanah Air tengah mengalami perombakan besar-besaran. Porsi penjualan mobil bermesin konvensional yang hanya mengandalkan BBM murni terus menyusut dari tahun ke tahun. Sementara itu, data penjualan HEV dan BEV konsisten mencatatkan pertumbuhan positif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masa transisi menuju elektrifikasi di Indonesia berjalan lebih cepat dari perkiraan. Konsumen tidak lagi sekadar mempertimbangkan harga beli, tetapi juga menghitung total biaya kepemilikan jangka panjang. Dengan insentif yang masih berjalan dan kesadaran yang kian matang, tren perpindahan ke kendaraan elektrifikasi diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks