Pencarian

Tesla Pimpin Recall 4,3 Juta EV Terbesar di China, Gagang Pintu Darurat Jadi Biang Kerok

Selasa, 25 Agustus 2026 • 02:51:01 WIB
Tesla Pimpin Recall 4,3 Juta EV Terbesar di China, Gagang Pintu Darurat Jadi Biang Kerok
Penarikan massal 4,3 juta kendaraan listrik di China diumumkan regulator terkait risiko gagang pintu darurat.

JAMBI — Regulator China, State Administration for Market Regulation (SAMR), mengumumkan penarikan massal yang berlaku mulai 25 September. Recall ini menyasar kendaraan yang gagang pelepas pintu darurat mekanisnya dinilai berisiko sulit ditemukan atau dioperasikan penumpang dalam situasi darurat, misalnya setelah benturan keras yang menyebabkan kegagalan sistem kelistrikan.

Kontribusi Tesla dan Pabrikan Lainnya

Dari total 4,3 juta unit, Tesla menjadi penyumbang terbesar dengan 2,98 juta unit yang mencakup Model 3, Model Y, Model S, dan Model X—baik unit impor maupun rakitan lokal. Jumlah tersebut menjadikan aksi ini sebagai recall otomotif terbesar yang pernah terjadi di China.

Xiaomi menyusul dengan sekitar 390 ribu unit, disusul Leapmotor 371 ribu unit, dan Xpeng 264 ribu unit. Empat merek tersebut totalnya sudah mencapai 4,005 juta unit, sementara sisanya sekitar 295 ribu unit terbagi di antara Geely Holding dan empat pabrikan lain yang tidak disebutkan namanya.

Akar Masalah: Gagang Pintu Tersembunyi dan Risiko Kebakaran

Tesla menyampaikan kepada SAMR bahwa gagang pelepas darurat mekanis bisa sulit diidentifikasi usai benturan keras. Kondisi ini berpotensi menghambat penumpang keluar dari kabin maupun akses tim penyelamat. Cacat ini menjadi sorotan setelah sejumlah kasus penumpang terjebak di dalam kendaraan yang terbakar.

Media pemerintah China melaporkan pada Oktober lalu ada pengemudi sedan Xiaomi SU7 yang tewas usai tabrakan dan kebakaran. Orang-orang di sekitar lokasi tidak bisa membuka pintu untuk menarik korban keluar. Insiden inilah yang memicu pengawasan ketat terhadap desain gagang pintu tersembunyi yang populer di kalangan produsen EV.

Solusi: Label Peringatan dan Pembaruan Perangkat Lunak

Seluruh pabrikan yang terlibat memasang label peringatan untuk menandai posisi gagang pelepas pintu darurat mekanis. Sebagian besar juga melakukan pembaruan perangkat lunak jarak jauh alias over-the-air. Solusi Tesla mencakup label peringatan plus pembaruan yang otomatis menurunkan kaca jendela setelah tabrakan.

Leapmotor menyatakan lingkup penanganannya lebih terbatas, yakni label peringatan dan peningkatan perangkat lunak kontrol power window. "Meski begitu perusahaan tetap mengelola dan mendaftarkannya sesuai proses recall atas dasar rasa tanggung jawab kepada pengguna kami," kata Leapmotor, dikutip Reuters, Jumat (21/8).

Geely dan Xpeng menolak berkomentar, sedangkan Xiaomi menyebut tidak punya informasi tambahan di luar pemberitahuan regulator. Tesla belum menjawab permintaan komentar.

Regulasi Global Mulai Menyorot Desain Gagang Pintu EV

China sepanjang tahun ini memperketat pengawasan industri kendaraan listrik dan menerapkan syarat keselamatan yang lebih ketat di tengah perang harga antarpabrikan. Negara itu juga menyatakan bakal melarang gagang pintu tersembunyi mulai 2027—langkah pertama di dunia yang menghapus desain populer dari Tesla yang kemudian diadopsi luas produsen mobil listrik lokal.

Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) bulan lalu menyatakan bakal mempertimbangkan standar keselamatan baru terkait risiko penumpang terperangkap ketika daya listrik mati. Sampai Jumat malam, belum ada pabrikan yang memberi tahu rencana recall serupa untuk pasar AS.

Wakil Presiden firma riset AutoForecast Solutions Sam Fiorani menilai ongkos penanganan kali ini kemungkinan terbatas. "Pembaruan over-the-air modern memangkas biaya dan waktu henti yang menyertai recall besar, dan bahkan pekerjaan fisik yang perlu dilakukan tidak akan terlalu mahal dibandingkan recall besar di masa lalu," ucapnya.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks