Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Jambi berkurang menjadi 199 titik pada Minggu (23/8), turun dari 273 titik yang tercatat sehari sebelumnya. Petugas Manggala Agni Jambi menyebut penurunan ini menandakan sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan tim gabungan.
JAMBI — Tren kebakaran hutan dan lahan di Jambi mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan laporan harian siaga darurat karhutla, titik panas yang terpantau pada Minggu (23/8) tercatat 199 titik, berkurang signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 273 titik.
"Kondisi itu, artinya beberapa lokasi terjadinya karhutla berhasil dipadamkan tim gabungan," kata petugas Manggala Agni Jambi Sandy Prabowo di Jambi, Senin.
Sarolangun Mendominasi, Muaro Jambi Alami Lahan Terbakar Terluas
Dari 199 titik api yang menyebar di sembilan kabupaten/kota, Kabupaten Sarolangun mencatatkan jumlah hotspot tertinggi dengan 90 titik. Posisi berikutnya ditempati Batang Hari dengan 41 titik dan Tanjung Jabung Barat dengan 27 titik.
Kabupaten Tebo tercatat memiliki 22 titik panas, disusul Muaro Jambi dengan 12 titik. Sementara itu, Bungo dan Tanjung Jabung Timur masing-masing hanya dua titik, serta Kabupaten Kerinci dan Merangin satu titik.
Meski jumlah titik apinya lebih sedikit, Muaro Jambi justru mencatatkan luas lahan terbakar terbesar di provinsi ini, mencapai 264,78 hektare. Disusul Merangin dan Sarolangun yang sama-sama memiliki luas lahan terbakar 143,61 hektare, kemudian Batang Hari 95,53 hektare.
ISPU Muaro Jambi Masuk Kategori Tidak Sehat
Dampak karhutla mulai dirasakan warga melalui kualitas udara yang memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Muaro Jambi tercatat 113 atau masuk kategori tidak sehat dengan parameter kritis PM 2,5.
Kota Jambi yang mulai terpapar asap masih berada di kategori sedang dengan ISPU 73. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang mencatat ISPU 55 dengan parameter kritis yang sama.
Adapun sejak Januari hingga 23 Agustus 2026, total titik panas di Provinsi Jambi sempat mencapai 3.632 titik dengan luas lahan terbakar mencapai 658,29 hektare. Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan Kota Jambi menjadi wilayah yang belum tercatat memiliki lahan terbakar.
Tim Satgas Karhutla Jambi bersama Manggala Agni disebut terus melakukan pemadaman di sejumlah kabupaten yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.