JAMBI — Penemuan berawal dari laporan dua petugas pengelola Sumber Daya Air (SDA) Limo yang sedang melakukan pembersihan sungai. Mereka mendapati satu potongan tubuh yang mencurigakan di aliran Kali Grogol, tepatnya di wilayah Limo, Depok.
"Jadi hari ini tanggal 19 Agustus 2026, dua orang petugas dari SDA Limo melakukan pembersihan di Sungai Limo. Kemudian, ditemukanlah ada potongan tubuh, diduga bagian kaki. Memang hanya sepotong saja," ujar Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono kepada wartawan.
Pemeriksaan Forensik RS Polri untuk Pastikan Identitas
Setelah menerima laporan, Subdit Resmob Polda Metro Jaya bersama Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Potongan kaki tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke laboratorium forensik RS Polri Kramat Jati.
Ipda Breggy menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan potongan tubuh itu milik korban K sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. "Selanjutnya, kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik RS Kramat Jati, RS Polri untuk pendalaman lebih lanjut. Tujuannya untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu," katanya.
Kronologi Penemuan Mayat dalam Karung hingga Penangkapan Saepul
Kasus mutilasi ini terkuak setelah warga menemukan sebuah karung berisi jenazah di tanah kosong pada 24 Juli 2026. Awalnya, warga mengira karung tersebut hanya berisi sampah. Niat untuk membakar karung itu baru muncul pada Selasa, 4 Agustus, dan saat itulah mereka menyadari isinya adalah tubuh manusia.
Dari hasil identifikasi, olah tempat kejadian perkara, keterangan saksi, dan sejumlah barang bukti, penyelidikan polisi mengarah kepada seorang pria bernama Saepul (26). Pelaku berhasil diringkus Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat mencoba melarikan diri di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8).
Penemuan potongan kaki di Kali Grogol ini menjadi bagian penting dari upaya polisi melengkapi barang bukti dan rekonstruksi kasus. Penyidik masih mendalami apakah ada bagian tubuh lain yang tersebar di lokasi berbeda.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyisiran di sejumlah aliran sungai di sekitar Depok untuk mencari potongan tubuh lainnya. Hasil uji forensik di RS Polri Kramat Jati akan menjadi kunci untuk menguatkan keterangan tersangka Saepul dan mengungkap motif pembunuhan sadis tersebut.