JAMBI — Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini terbagi dalam dua sesi. Sesi anak-anak berlangsung pagi hingga sore hari, sementara sesi dewasa dimulai pukul 19.00 WIB hingga acara usai. Panitia PHBN Dusun Ngemplak sengaja membatasi peserta hanya untuk warga setempat, sebuah langkah yang dinilai efektif untuk menguatkan kebersamaan antarwarga sekaligus menghidupkan ekonomi lokal.
Dua Kuintal Ikan dan 15 Master Lele Jadi Incaran Pemancing
Panitia menyiapkan total lebih dari 2 kuintal ikan lele konsumsi yang ditebar ke saluran irigasi. Dari jumlah tersebut, 15 ekor di antaranya merupakan master lele dengan bobot mencapai 2 kilogram per ekor, menjadi hadiah paling bergengsi bagi pemancing yang berhasil menangkapnya.
Selain ikan, panitia juga menyediakan puluhan door prize berupa uang tunai dan sembako bagi para pemenang. Antusiasme warga terlihat dari membludaknya jumlah peserta yang memadati bantaran irigasi sepanjang acara berlangsung.
Dampak Ekonomi Langsung Terasa bagi Pelaku UMKM Kuliner
Keramaian acara mancing gratis ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Puluhan lapak kuliner yang didirikan di sekitar area mancing dilaporkan ramai diserbu pembeli sepanjang acara berlangsung.
Kepala Dusun Ngemplak, Bayu Wijayanto, mengaku bangga dengan tingginya partisipasi warganya. Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari semangat gotong royong dan dukungan materi dari warga yang membuat seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
"Alhamdulillah acara mancing gratis kemarin cukup ramai pesertanya dan pelaku UMKM terutama kuliner pun dipadati pembeli, insya Allah tahun depan kami gelar lagi. Kami ucapkan terima kasih kepada warga Ngemplak yang guyub rukun. Terima kasih pula kepada warga yang mendukung materi dalam acara ini," ujar Bayu kepada KabarJombang.com, Selasa (18/8/2026) pagi.
Momen Agustusan yang Menggerakkan Ekonomi Warga
Keberadaan acara ini menjadi contoh bagaimana perayaan hari kemerdekaan dapat dikemas menjadi aktivitas yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Dengan melibatkan UMKM lokal dalam setiap gelaran, efek ekonominya bisa langsung dirasakan oleh warga, bukan hanya sekadar seremonial belaka.
Keberhasilan edisi perdana ini pun memunculkan rencana tindak lanjut. Pakwo Bayu, sapaan akrabnya, memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada perayaan Agustusan tahun depan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas yang dikelola dengan baik mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.