JAMBI — Pernyataan itu disampaikan Prabowo di tengah sorotan publik terhadap transparansi seleksi masuk IPDN yang kerap dianggap elitis. Dalam keterangannya, Presiden mengapresiasi capaian para taruna dari keluarga kurang mampu yang berhasil menembus persaingan ketat di institusi pendidikan tinggi kedinasan tersebut.
Peluang Setara Tanpa Diskriminasi Latar Belakang
Prabowo menekankan bahwa keberhasilan anak petani dan buruh masuk dalam daftar 10 besar bukanlah kebetulan. Ia menyebut hal ini merupakan hasil dari komitmen pemerintah untuk memastikan proses seleksi dijalankan secara objektif.
"Proses seleksi harus dijalankan dengan benar dan memberikan peluang sebesar-besarnya untuk seluruh anak dengan latar belakang apa pun," ujar Presiden dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari bahan berita.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kritik yang menyebut IPDN hanya diakses oleh kalangan tertentu. Data dari panitia seleksi nasional menunjukkan peningkatan signifikan jumlah pendaftar dari daerah terpencil dan keluarga prasejahtera dalam tiga tahun terakhir.
IPDN 2026: dari Rekrutmen hingga Prestasi Akademik
Angkatan 2026 IPDN diketahui melalui serangkaian tes ketat yang meliputi seleksi administrasi, tes kompetensi dasar, tes psikologi, hingga pemeriksaan kesehatan dan kesamaptaan. Dari ribuan pendaftar, hanya ratusan yang dinyatakan lolos sebagai praja.
Masuknya nama-nama dari kalangan buruh dan petani ke puncak prestasi akademik menjadi perhatian. Para pengamat kebijakan publik menilai hal ini memperkuat argumen bahwa meritokrasi berjalan di lingkungan sekolah kedinasan, setidaknya di level input dan proses pembelajaran.
Pesan Moral bagi Aparatur Sipil Negara Masa Depan
Prabowo berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di seluruh Indonesia. Menurutnya, latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk mengabdi kepada negara melalui jalur aparatur sipil negara.
"Yang terpenting adalah niat, kerja keras, dan integritas," tegas Presiden.
Ia juga mengingatkan para lulusan IPDN nantinya akan menjadi ujung tombak pelayanan publik di daerah. Oleh karena itu, pengalaman hidup sebagai anak petani atau buruh justru bisa menjadi modal empati dalam menjalankan tugas sebagai pamong praja.
Hingga berita ini diturunkan, pihak IPDN belum merilis secara resmi nama-nama 10 besar lulusan terbaik tahun 2026. Namun, pernyataan Presiden telah memicu diskusi di kalangan akademisi dan praktisi pemerintahan mengenai pentingnya menjaga transparansi seleksi di seluruh sekolah kedinasan.