JAMBI — Volvo resmi mendaftarkan merek dagang EX50 ke European Union Intellectual Property Office (EUIPO) pada 14 Juli 2026. Filing tersebut hanya mengonfirmasi nama dan bahwa model ini akan bertenaga listrik. Hingga kini Volvo belum memberikan pernyataan resmi, namun indikasi kuat menyebut EX50 adalah nama produk yang akan datang.
Model Sedan dan Wagon Listrik untuk Pasar Global
Menurut laporan Automotive News, Volvo tengah mengembangkan dua model EV baru untuk Eropa yang kemungkinan juga akan dijual di Amerika Serikat. Keduanya diprediksi berupa sedan dan wagon listrik, dengan jadwal masuk showroom AS paling cepat 2028. Sumber dekat proyek ini menyebutkan bahwa model yang dimaksud bisa jadi adalah EX50.
Kisaran harga dibanderol mulai $50.000 di AS, atau sekitar Rp800 juta dengan kurs Rp16.000 per dolar. Angka ini masuk akal jika dibandingkan dengan EX60 yang dibuka di $58.400.
Platform SPA3: Arsitektur 800V dengan Isi Ulang Super Cepat
Kedua model dikabarkan menggunakan basis platform SPA3 yang sama dengan EX60. Arsitektur 800 volt dan desain cell-to-body memberikan keunggulan jarak tempuh dan kecepatan pengisian. Sebagai gambaran, EX60 versi P10 AWD mampu menambah 165 mil (265 km) dalam 10 menit dengan puncak pengisian 370 kW.
Di AS, EX60 sudah dilengkapi porta NACS native. Jarak tempuh versi EPA mencapai 330 mil, sementara dalam siklus WLTP tembus 503 km. Ukuran EX60 setara Tesla Model Y — panjang 189,1 inci, lebar 81,4 inci, tinggi 64,4 inci. EX50 diproyeksikan sedikit lebih kecil dari itu.
Rencana Produk Paling Ambisius Volvo pada September 2026
Informasi lebih rinci akan dibagikan dalam Strategy Update Volvo pada 17 September 2026. Pabrikan Swedia itu menjanjikan “the most ambitious product plan” dalam sejarah perusahaan. Jika prediksi sesuai, EX50 akan menjadi salah satu model listrik yang mengisi segmen entry-level premium Volvo.