Pencarian

Cara Jadi Content Creator Pemula: Modal Utama Percaya Diri dan Baca Peluang Pasar

Sabtu, 05 September 2026 • 09:21:31 WIB
Cara Jadi Content Creator Pemula: Modal Utama Percaya Diri dan Baca Peluang Pasar
Antonius Dimas Prasetyo Utomo dari HOB Ecosystem Innovation berbicara dalam grand opening UMG Creator Festival 2026 di Margocity, Depok, Kamis (3/9/2026).

JAMBI — Menjadi content creator kini bukan sekadar hobi mengisi waktu luang. Profesi ini bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, tetapi persaingannya juga ketat. Bagi ibu muda yang baru memulai, tantangan terbesar biasanya bukan soal peralatan, melainkan rasa percaya diri dan menentukan arah konten.

Antonius Dimas Prasetyo Utomo, dari HOB Ecosystem Innovation, membagikan pandangannya saat grand opening UMG Creator Festival 2026 di Margocity, Depok, Kamis (3/9/2026). Menurutnya, kunci utama kreator pemula adalah kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar mengikuti tren.

Mengapa Percaya Diri Menjadi Modal Utama?

"Sebenarnya saat ini yang paling penting untuk kita punya sebagai content creator adalah tentang percaya diri. Itu adalah masalah yang paling umum yang dirasakan sama content creator pemula," jelas Antonius.

Rasa takut dihakimi dan khawatir konten kurang bagus sering membuat pemula berhenti sebelum berkembang. Padahal, setiap kreator besar pun pasti memulai dari nol. Kuncinya adalah berani tampil dan konsisten dulu, tanpa terlalu memikirkan angka views atau likes di awal.

Antonius menegaskan, "Itu dirawat dulu kalau kita mau jadi content creator. Jadi mulai lah dengan konsisten terlebih dahulu. Itu kuncinya. Kadang kita tuh suka, 'Aduh, udah upload kok kontennya kurang naik? Ah, udah enggak mau,' akhirnya berhenti lagi. Padahal sebenarnya konsisten aja dulu, coba terus."

Keterampilan Kedua: Membaca Peluang Pasar

Selain percaya diri, pemula juga harus jeli membaca kebutuhan pasar. Hal ini terutama penting jika kamu berniat mempromosikan produk atau menjadi afiliasi. Antonius menekankan bahwa pemilihan produk yang salah akan berdampak buruk pada performa konten dalam jangka panjang.

"Ketika kita memilih produk yang salah untuk kita affiliate-kan, itu pastinya akan mempengaruhi performa atau traffic-nya teman-teman ke depannya," ujarnya. Ia menambahkan, pastikan produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini dan cocok dengan persona diri sendiri.

Menemukan Passion Sebelum Membuat Konten

Sebelum terjun membuat konten, ada baiknya bertanya pada diri sendiri: sebenarnya ingin membuat konten tentang apa? Menjawab pertanyaan ini akan membantumu menentukan arah dan memilih produk yang tepat untuk direview atau dipromosikan.

"Mempertanyakan diri sendiri terlebih dahulu, maunya apa, arah content creation-nya mau ke mana. Nah, mulai dari sana, teman-teman tuh akhirnya paham dan bisa memilih produk-produk mana yang cocok sama teman-teman," kata Antonius.

Berangkat dari kesukaan terhadap suatu hal, konten yang dihasilkan akan terasa orisinal dan melekat dengan kepribadianmu. Hal ini juga menjadi fondasi untuk membangun komunitas, bukan hanya mengejar ketenaran sesaat.

"Ketika kita berkomunikasi dengan audiens, kita perlu tidak hanya mengejar views atau performance, tapi kita juga sedang membangun komunitas. Komunitas ini penting karena akan menjadi fondasi jangka panjang untuk kita ke depannya," pungkasnya.

Fokus pada membangun hubungan baik dengan penonton setia akan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengejar jumlah penonton sekali waktu. Mulai dari hal kecil, tetap konsisten, dan jangan takut untuk belajar dari kesalahan.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wolipop.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks