Pencarian

Polres Tanjung Jabung Timur Selidiki Kematian Brigadir E di Muarasabak, Sempat Konsumsi Miras Bersama Empat Rekan

Selasa, 21 Juli 2026 • 16:23:01 WIB
Polres Tanjung Jabung Timur Selidiki Kematian Brigadir E di Muarasabak, Sempat Konsumsi Miras Bersama Empat Rekan
Polres Tanjung Jabung Timur menyelidiki penyebab kematian Brigadir E yang ditemukan di rumah kosnya di Muarasabak.

MUARASABAK — Brigadir E, anggota Polres Tanjung Jabung Timur, ditemukan meninggal dunia di rumah kosnya pada Sabtu (18/7) lalu. Kapolres Tanjung Jabung Timur, Ajun Komisaris Besar Ade Chandra, memastikan penyelidikan sudah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

“Semenjak menerima informasi tersebut, saya sudah memerintahkan satuan yang berkompeten untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Kami ingin memastikan penyebab kematian secara profesional, objektif sesuai fakta, dan transparan,” tegas Ade Chandra, Selasa (21/7).

Kronologi: Miras, Jatuh, dan Busa di Mulut

Hasil penyelidikan awal mengungkap bahwa sebelum meninggal, Brigadir E bersama empat rekannya, yang juga anggota polisi, menenggak minuman keras di kos korban. Saksi menyebut korban tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjerembap jatuh.

Benturan keras di bagian kepala dan keluarnya busa dari mulut membuat rekan-rekannya panik. Mereka segera membawa Brigadir E ke rumah sakit, namun setibanya di fasilitas medis, korban dinyatakan mengembuskan napas terakhir.

Polisi Periksa Bukti Digital dan Lima Saksi

Kapolres menyatakan pihaknya akan menelusuri bukti-bukti digital yang berkaitan dengan aktivitas terakhir korban. Pemeriksaan terhadap lima saksi juga telah dilakukan untuk merekonstruksi peristiwa sebelum kematian Brigadir E.

“Kami berkomitmen mengusut peristiwa ini berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan. Kami juga terus menjalin komunikasi dengan pihak keluarga korban mengenai perkembangan proses ini,” tambah Ade.

Imbauan: Jangan Sebarkan Spekulasi yang Belum Terverifikasi

Terkait berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, Kapolres mengimbau agar semua pihak menahan diri. Ia meminta publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Penyelidikan masih terus berjalan. Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengembangkan asumsi atau spekulasi yang belum didukung fakta. Percayakan seluruh proses hukum ini kepada kepolisian,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks