JAMBI — Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi Tunas Agung Jiwa Brata mengatakan capaian tersebut mencerminkan minat tinggi masyarakat berpenghasilan rendah terhadap kepemilikan rumah bersubsidi. Program FLPP didukung 420 pengembang dan delapan bank penyalur yang bekerja sama menyediakan akses pembiayaan.
Dukungan 420 Pengembang dan Delapan Bank Penyalur
Penyaluran FLPP di Jambi melibatkan jaringan luas. Delapan bank penyalur dan 420 pengembang aktif menyediakan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Tunas menyebut kolaborasi ini menjadi kunci realisasi yang optimal.
"Kita lihat dari data ini, artinya daya beli masyarakat terhadap sektor perumahan masih cukup baik dan program FLPP masih berjalan dengan baik di Provinsi Jambi," kata Tunas di Jambi, Senin.
Efek Berganda: Konstruksi dan Tenaga Kerja Ikut Bergerak
Pelaksanaan FLPP tak hanya memberi manfaat langsung bagi penerima rumah subsidi. Tunas menjelaskan, pembangunan perumahan mendorong pertumbuhan sektor konstruksi, menyerap tenaga kerja, serta meningkatkan permintaan bahan bangunan dan industri pendukung.
"Industri yang mendukung sektor perumahan juga ikut bergerak, dari sisi tenaga kerja ada penyerapan, kemudian kebutuhan bahan bangunan juga tetap berjalan, ini merupakan sinyal yang cukup baik bagi perekonomian daerah," ujarnya.
Target Nasional 3 Juta Rumah dan Harapan Peningkatan
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan tiga juta rumah secara nasional. Tunas berharap realisasi FLPP di Jambi terus meningkat agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses terhadap rumah layak huni. Ia menilai hal ini sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi FLPP di Jambi menunjukkan tren positif. Program pembiayaan rumah bersubsidi ini dinilai masih berjalan optimal dan menjadi indikator bahwa kebutuhan hunian layak di daerah masih tinggi.