TANJUNG JABUNG TIMUR — Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada bersama Gubernur Jambi mengikuti panen raya padi serentak nasional yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan berlangsung secara virtual dari Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, sementara titik panen di Jambi berada di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jumat (17/7/2026).
Panen dilakukan di lahan seluas 22 hektare yang merupakan bagian dari hamparan persawahan 100 hektare. Komoditas yang dipanen adalah padi varietas Inpari 28, dengan pelaksanaan bertahap mengikuti tingkat kematangan tanaman.
Sinergi TNI-Pemda Dukung Swasembada Pangan
Pangdam Mayjen Arief Gajah Mada mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran Forkopimda, termasuk Danrem 042/Garuda Putih, Bupati Tanjung Jabung Timur, serta perwakilan kelompok tani. Kehadiran Pangdam dan Gubernur menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Usai menerima penghargaan dari Presiden secara virtual, Pangdam bersama Gubernur Jambi melanjutkan kegiatan dengan panen padi simbolis di areal persawahan. Kegiatan ini turut diikuti Danrem 042/Gapu, Bupati Tanjung Jabung Timur, dan para kelompok tani sebagai wujud sinergi lintas sektor.
Petani: Hasil Panen Lebih Baik dari Tahun Lalu
Sugidi, anggota Kelompok Tani RT 15 Desa Kota Baru, mengaku bersyukur atas hasil panen musim tanam kali ini. Menurutnya, produksi padi meningkat dan kualitas gabah lebih bagus dibanding tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, hasil panen padi tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Produksinya meningkat dan kualitas gabah juga lebih bagus. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan dari pemerintah bersama TNI. Semoga dukungan ini terus berlanjut sehingga petani semakin semangat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani juga semakin meningkat,” ujar Sugidi.
Panen Raya Bukti Kolaborasi Pusat-Daerah-TNI
Kegiatan panen raya padi serentak ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Melalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan.