JAMBI — Kepastian harga jual menjadi faktor utama di balik lonjakan serapan ini. Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, membuat petani tidak ragu menjual hasil panennya ke Bulog.
“Realisasi serapan sebesar 3.188 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Maluku dan Maluku Utara menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani,” kata Pimpinan Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir di Ambon, Rabu.
Stok Nasional Tertinggi dalam Sejarah Modern
Secara nasional, Bulog telah mengamankan 3.008.626 ton setara beras hingga awal Juni 2026. Angka ini setara 75 persen dari target tahunan 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah.
Yang menarik, pencapaian itu diraih hanya dalam waktu enam bulan pertama tahun ini. Rudy menyebut keberhasilan ini berkat sinergi petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, serta seluruh insan Bulog selama musim panen.
Saat ini stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah melampaui 5 juta ton. Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Dengan stok sebesar itu, pemerintah mampu menjalankan tiga fungsi sekaligus: stabilisasi harga, bantuan pangan, serta mitigasi bencana dan gejolak pasar.
Petani Jadi Pemasok Utama Cadangan Pangan
Bagi petani di Maluku dan Maluku Utara, kebijakan HPP memberikan kepastian pasar. Mereka tidak perlu khawatir harga anjlok saat panen raya karena Bulog wajib menyerap dengan harga dasar yang telah ditetapkan.
“Capaian ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Rudy.
Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun. Sejumlah wilayah strategis masih memasuki musim panen, sehingga potensi serapan diperkirakan masih akan bertambah.
Dengan stok nasional yang solid dan serapan daerah yang terus berjalan, ketahanan pangan Indonesia memasuki posisi paling stabil dalam satu dekade terakhir.