TANJUNG JABUNG BARAT — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, membuktikan bahwa warga binaan bisa menghasilkan produk pangan bernilai. Panen raya baru-baru ini mencatatkan hasil 200 kilogram ikan patin, 25 kilogram kangkung, dan 50 kilogram jagung dari program pembinaan kemandirian.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, mengatakan keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan produk yang bermanfaat. "Panen raya ini merupakan bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan mendukung ketahanan pangan," kata Irwan di Tanjung Jabung Barat, Selasa.
Hasil Panen untuk Kebutuhan Konsumsi Warga Binaan
Seluruh hasil panen dari lahan produktif Lapas Kuala Tungkal tidak dijual ke luar. Pihak lapas memastikan 200 kilogram ikan patin, 25 kilogram kangkung, dan 50 kilogram jagung akan digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan sehari-hari.
Irwan menegaskan program ini membuktikan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam sel. "Pemasyarakatan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai program yang produktif dan humanis," ujarnya.
Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan dari Dalam Lapas
Melalui kegiatan ini, Ditjenpas Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan. Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.
Langkah selanjutnya, pihak lapas akan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya, menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dari program pembinaan yang dijalankan di Lapas Kelas IIB Kuala Tungkal.