MUARASABAK — Kabupaten Tanjab Timur kembali menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kondisi wilayah yang didominasi lahan gambut membuat potensi terjadinya kebakaran dinilai cukup tinggi.
Kepala BPBD Kabupaten Tanjab Timur, Amri Juhairy, menyampaikan imbauan tersebut menyusul prakiraan BMKG yang memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, akan mengalami cuaca lebih kering dari biasanya. Puncak kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Apa Saja Imbauan BPBD untuk Masyarakat?
Amri meminta masyarakat menggunakan air bersih secara bijak. Ia juga melarang warga membuka lahan dengan cara membakar.
"Pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko terjadinya karhutla selama musim kemarau," ucapnya.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kejadian yang berpotensi menimbulkan bencana. BPBD juga mengajak pemerintah desa, perusahaan, dan seluruh instansi terkait untuk memperkuat koordinasi.
Upaya Penguatan Kesiapsiagaan di Tanjab Timur
Upaya penguatan kesiapsiagaan dilakukan melalui kunjungan kerja jajaran TNI bersama BPBD Provinsi Jambi ke Kabupaten Tanjab Timur. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M. Nyamin.
Dalam pertemuan yang disambut Bupati Tanjab Timur Dilla Hikmah Sari di rumah dinas bupati, Danrem menegaskan bahwa Tanjab Timur merupakan salah satu wilayah yang tergolong rawan Karhutla. Hal ini karena daerah tersebut memiliki kawasan lahan gambut yang cukup luas.
Selain Tanjab Timur, daerah lain yang juga menjadi perhatian adalah Kabupaten Tanjab Barat dan Kabupaten Sarolangun.
Langkah Pencegahan yang Sudah Dilakukan
Sejak April telah digelar rapat koordinasi lintas sektor. Operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan pada 20 Mei hingga 5 Juni 2026 sebagai upaya menjaga curah hujan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kunjungan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, para camat, serta kepala desa. Mereka bersama-sama berkomitmen untuk melakukan patroli, sosialisasi, serta upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas.