Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan pembangunan sekat kanal dan sumur bor di lahan gambut, termasuk di Provinsi Jambi, sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Senin lalu, dan diikuti oleh pemerintah Provinsi Jambi secara daring.
JAMBI — Pemerintah pusat menyiapkan strategi baru dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan karhutla, khususnya di area gambut. Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan sekat kanal dan embung diperbanyak, tidak hanya berfungsi sebagai pembasah lahan, tetapi juga bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpinnya di Palembang, Senin lalu, Presiden menekankan bahwa infrastruktur air ini harus dibangun di lahan gambut yang produktif. Dia mencontohkan, embung yang dibangun bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan tertentu.
BRIN Diminta Turun Tangan Bangun Infrastruktur Air
Untuk merealisasikan instruksi tersebut, Presiden Prabowo secara khusus meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilibatkan dalam pembangunan embung dan sekat kanal. Menurutnya, keberadaan fasilitas ini dinilai krusial mengingat prakiraan fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih kering dari biasanya.
"Beberapa yang kita anggap sebagai rintangan sesungguhnya juga bisa menjadi peluang. Gambut ini ternyata tidak terlalu sulit untuk membor mencari air. Saya kira ini jadi makanya saya bilang peluang," ujar Presiden di hadapan para pemangku kepentingan.
Presiden juga meminta agar operasi modifikasi cuaca (OMC) terus ditingkatkan selagi kondisi memungkinkan untuk membasahi lahan. Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi titik panas atau hotspot di wilayah rawan karhutla.
Jambi Ikut dalam Arahan Penanggulangan Karhutla
Selain Sumatera Selatan, rapat koordinasi ini juga diikuti oleh pemerintah Provinsi Jambi dan Lampung secara daring. Ini menandakan seluruh daerah di Sumatera yang memiliki kawasan gambut luas diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan sejak dini.
Presiden mengapresiasi kerja keras jajaran daerah yang telah berupaya sejak awal tahun sehingga jumlah titik hotspot berhasil ditekan. Meski demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga karena potensi karhutla masih mengintai di tengah kondisi cuaca yang kering.
Instruksi ini menjadi sinyal bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jambi untuk segera menginventarisasi titik-titik rawan di lahan gambut. Pembangunan sekat kanal dinilai penting untuk menjaga muka air tanah tetap tinggi sehingga lahan gambut tidak mudah kering dan terbakar.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada pemadaman saat kebakaran terjadi, tetapi lebih mengutamakan upaya pencegahan dengan membangun infrastruktur yang juga memberi nilai tambah bagi warga.