JAMBI — Pengendara kendaraan diesel menjadi pihak yang paling diuntungkan dalam penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina kali ini. Pertamina Dex, bahan bakar dengan Cetane Number (CN) 53, turun paling tajam dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter—setara penurunan Rp3.650 atau 15 persen. Sementara Dexlite (CN 51) juga dipangkas Rp3.300 menjadi Rp19.700 per liter.
Untuk segmen bensin, Pertamax Turbo dengan Research Octane Number (RON) 98 turun 7 persen atau Rp1.450 per liter, dari Rp20.750 menjadi Rp19.300. Adapun harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) masih bertahan di level Rp16.650 dan Rp17.000 per liter.
Avtur untuk Penerbangan Juga Ikut Turun
Tak hanya untuk kendaraan darat, Pertamina Patra Niaga juga menurunkan harga Avtur yang digunakan pesawat terbang. Di Bandara Soekarno-Hatta, harga Avtur (sebelum pajak) per 1 Juli 2026 menjadi Rp19.190 per liter, turun Rp3.000 atau 14 persen dari posisi Juni yang sebesar Rp22.190 per liter. Penurunan ini berpotensi meringankan biaya operasional maskapai penerbangan domestik.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak global, kondisi fiskal, dan daya beli masyarakat. "Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/7).
Harga BBM Subsidi dan Biodiesel B50 Tetap Stabil
Di tengah penurunan harga produk nonsubsidi, Pertamina tidak mengubah harga BBM bersubsidi. Pertalite masih dibanderol Rp10.000 per liter. Sementara itu, per 1 Juli 2026, jenis biodiesel yang dijual resmi bertransisi menjadi B50—campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME)—dengan harga Rp6.800 per liter. Langkah ini sejalan dengan program mandatori biodiesel pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor solar.
Kitty menambahkan, Pertamina tetap berkomitmen menjaga kualitas produk sesuai spesifikasi yang ditetapkan. "Kami terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," kata dia.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini menjadi kabar baik bagi konsumen di tengah tren harga komoditas global yang fluktuatif. Namun, pemerintah dan Pertamina tetap akan mengevaluasi harga secara berkala sesuai mekanisme pasar yang berlaku.