Pencarian

Lapas Narkotika Muara Sabak Jambi Olah Tempurung Kelapa Jadi Arang Ekspor, Target Kirim 50 Ton ke Korea dan China

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 16:29:31 WIB
Lapas Narkotika Muara Sabak Jambi Olah Tempurung Kelapa Jadi Arang Ekspor, Target Kirim 50 Ton ke Korea dan China
Warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak mengolah tempurung kelapa menjadi arang untuk diekspor ke Korea dan China.

TANJUNG JABUNG TIMUR — Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak mulai menggarap potensi lokal Tanjung Jabung Timur yang dikenal sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di Provinsi Jambi. Lembaga pemasyarakatan itu tak hanya melatih warga binaan, tetapi juga melibatkan petani setempat sebagai pemasok bahan baku tempurung kelapa.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, mengatakan usaha ini memanfaatkan pekarangan lapas dan memberdayakan warga binaan di sana. "Usaha ini baru saja kita rintis, memanfaatkan pekarangan lapas dan memberdayakan warga binaan di sana," ujarnya di Jambi, Sabtu.

Produksi Perdana Capai Dua Ton, Pasaran Sudah Dikantongi

Meski belum genap sebulan berjalan, kapasitas produksi yang diraih terbilang menjanjikan. Askari mengungkapkan pihaknya telah berhasil memproduksi sekitar dua ton arang kelapa dari hasil olahan warga binaan.

Yang menarik, produk ini tidak akan kesulitan mencari pembeli. Pihak lapas telah menjalin kesepakatan pasar dengan sejumlah pembeli di luar negeri. "Tidak tanggung-tanggung usaha ini, kita sudah dapat pasarannya, nanti kita ekspor keluar negeri," jelas dia.

Rencananya, arang produksi warga binaan ini akan dikirim ke Korea dan China setelah volume produksi terkumpul di atas 50 ton. Hasil penjualan nantinya dikelola lapas sebagai sumber pendapatan bagi warga binaan yang terlibat sekaligus untuk pengembangan bisnis.

Wabup Tanjabtim Dorong Diversifikasi Produk Turunan Kelapa

Langkah Lapas Narkotika Muara Sabak ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Wakil Bupati Tanjabtim, Muslimin Tanja, menilai program tersebut merupakan bentuk kejelian dalam memetakan potensi daerah.

"Kami mendukung dan mendorong kegiatan positif dan siap berkolaborasi dengan lapas, jika pemerintah dibutuhkan, kami akan hadir untuk itu," kata Muslimin.

Dia bahkan mendorong pihak lapas untuk tidak berhenti pada arang kelapa. Peluang usaha produk turunan kelapa lain, seperti pemanfaatan ijuk kelapa, dinilai masih terbuka lebar dan belum dioptimalkan para petani di daerahnya.

"Saya apresiasi apa yang sudah dilakukan Kalapas, melihat potensi lokal yang telah melibatkan warga binaan dalam melahirkan inovasi yang luar biasa ini," tutupnya.

Program ini dinilai sejalan dengan visi misi Pemkab Tanjabtim dalam pemberdayaan potensi sumber daya lokal, sekaligus menambah nilai ekonomi bagi petani di wilayah tersebut.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks