Pencarian

Jalan Provinsi di Sarolangun 53,39 Persen Mantap, DPRD Jambi Dorong Perbaikan Bertahap Rp 319 Miliar Hingga 2029

Jumat, 26 Juni 2026 • 12:11:31 WIB
Jalan Provinsi di Sarolangun 53,39 Persen Mantap, DPRD Jambi Dorong Perbaikan Bertahap Rp 319 Miliar Hingga 2029
Jalan provinsi di Sarolangun baru 53,39 persen dalam kondisi mantap dari total 174,48 kilometer.

SAROLANGUN — Dari total panjang jalan provinsi 174,48 kilometer di Kabupaten Sarolangun, baru 93,15 kilometer yang masuk kategori mantap. Sisanya, 81,33 kilometer, masih dalam kondisi rusak berat hingga rusak ringan. Data ini menjadi dasar bagi DPRD Provinsi Jambi untuk mendorong pola penanganan yang lebih terstruktur, bukan sekadar tambal sulam.

“Jalan rusak harus ditangani berdasarkan tingkat kerusakan, fungsi ekonomi, serta dampaknya terhadap masyarakat. Kita tidak bisa lagi hanya melakukan tambal sulam pada ruas yang sebenarnya membutuhkan penguatan struktur,” ujar Ivan Wirata dalam keterangan yang diterima, Senin.

Skema Pendanaan Bertahap Empat Tahun

Pemerintah Provinsi Jambi telah menyusun rencana penanganan jalan provinsi untuk periode 2026–2029. Alokasi anggaran dimulai Rp 60 miliar pada 2026 untuk menangani sekitar 12 kilometer ruas prioritas. Angka itu naik menjadi Rp 80 miliar pada 2027, Rp 90 miliar pada 2028, dan Rp 89,410 miliar pada 2029.

Ivan optimistis target 90 persen jalan mantap masih realistis. Syaratnya, penganggaran harus konsisten, pelaksanaan tepat sasaran, dan pengawasan kualitas pekerjaan di lapangan diperketat.

Tiga Ruas Prioritas: Dari Pekan Gedang hingga Simpang Pauh

Berdasarkan tingkat kerusakan, ruas P.063 Pekan Gedang/Batang Asai–Muara Talang–Jangkat menjadi prioritas utama. Ruas ini mengalami kerusakan sepanjang 41,35 kilometer, dengan 39,40 kilometer di antaranya rusak berat. Penanganan membutuhkan penguatan struktur secara menyeluruh.

Prioritas kedua adalah ruas P.064 Simpang Pauh–Air Hitam/Simpang Mentawak dengan kerusakan sekitar 21,78 kilometer. Disusul ruas P.062 Sei Salak–Pekan Gedang/Batang Asai yang rusak sepanjang 18,20 kilometer. Sementara ruas P.061 Simpang Pelawan–Sei Salak masih dalam kondisi mantap dan cukup dipertahankan lewat pemeliharaan rutin.

Kombinasi Aspal dan Rigid Beton Sesuai Beban Lalu Lintas

Ivan menjelaskan, strategi pembangunan menggunakan kombinasi 60 persen rehabilitasi struktural dengan perkerasan aspal dan 40 persen rigid beton. Rigid beton diprioritaskan untuk jalur dengan beban kendaraan berat, kawasan perkebunan, akses pertambangan, serta ruas yang sering mengalami kerusakan berulang. Rehabilitasi aspal difokuskan pada jalan dengan beban lalu lintas sedang, akses permukiman, dan penghubung antar kecamatan.

“Jalan yang baik akan mempercepat ekonomi rakyat. Penanganan jalan di Sarolangun harus menjadi bagian dari agenda besar pembangunan konektivitas Provinsi Jambi,” pungkas Ivan.

Bagikan
Sumber: jambiday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks