Kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terbakar seluas lebih kurang 86 hektare. Api baru berhasil dipadamkan setelah tim satgas gabungan dikerahkan selama enam hari, dengan 218 personel dan 11 unit alat berat.
JAMBI — Proses pendinginan masih berlangsung di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) HLG Londerang, Tanjung Jabung Timur. Api di lahan gambut itu pertama kali terpantau Kamis sore pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB melalui patroli udara dan drone milik PT WKS.
Daops Manggala Agni Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengatakan timnya langsung bergerak ke lokasi setelah menuntaskan pemadaman di Pandan Sejahtera. Penguatan personel juga didatangkan dari Desa Rawasari, Berbak, dan satu tim BKO dari MA Daops Kota Jambi.
Kendala Air di Hari Pertama dan Solusi Embung
Kondisi kanal di HLG Londerang yang mulai kering menjadi hambatan utama pada hari pertama pemadaman. Proses pemadaman sempat terkendala minimnya pasokan air.
Untuk mengatasinya, alat berat milik PT WKS dikerahkan membuat embung setiap 50 meter. Baru pada hari kedua, intake air dari kanal batas konsesi PT WKS dialirkan masuk untuk mengaliri kanal di HLG tersebut.
Berapa Luas Lahan yang Terbakar?
Berdasarkan data sementara dari PT WKS, estimasi luas lahan yang terbakar mencapai lebih kurang 86 hektare. Perhitungan ini memperhitungkan jarak antar posisi alat berat yang dikerahkan.
Sandy Prabowo menuturkan, hitungan luas yang pasti masih menunggu analisis citra satelit. "Saat ini sedang dilaksanakan digitasi oleh tim Kemenhut," katanya di Jambi, Kamis.
218 Personel Dikerahkan dari Berbagai Instansi
Proses pemadaman melibatkan personel gabungan dari tiga tim Manggala Agni, RPK PT WKS, TNI, Polri, BPBD, Basarnas Tanjab Timur, dan MPA Parit Culum I. Sebanyak 218 orang dikerahkan ke lokasi.
Selain personel, satu unit water bombing milik WKS juga diterjunkan untuk membantu pemadaman dari udara di kawasan hutan lindung gambut tersebut.