Pencarian

Satgas Karhutla Jambi Bangun Penyekatan di Lahan Gambut Tanjabtim, Api Capai Kedalaman 3 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:40:31 WIB
Satgas Karhutla Jambi Bangun Penyekatan di Lahan Gambut Tanjabtim, Api Capai Kedalaman 3 Meter
Petugas gabungan membangun parit penyekat menggunakan alat berat untuk memutus jalur perambatan api di lahan gambut Desa Rawasari, Tanjung Jabung Timur, Rabu (28/8).

Tim Satgas Karhutla bersama kelompok masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) menerapkan pola penyekatan untuk mengendalikan kebakaran lahan gambut di Desa Rawasari, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (28/8). Langkah ini diambil setelah api yang membakar lahan gambut mencapai kedalaman tiga meter dan pasokan air di lokasi sangat terbatas.

TANJUNG JABUNG TIMUR — Kebakaran lahan gambut di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mulai terkendali setelah tim gabungan menerapkan pola penyekatan menggunakan alat berat. Upaya ini dilakukan untuk memutus jalur perambatan api yang berpotensi meluas ke area lain.

Kepala Desa Rawasari Abdul Rokib mengatakan, api yang membakar lahan gambut mencapai kedalaman tiga meter. Kondisi ini membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan menyiram permukaan tanah.

"Kebakaran sudah terkendali, saat ini kawan-kawan dari Destana, Damkar kecamatan serta rekan-rekan dari perusahaan sekitar mampu mengendalikan api, tinggal pendinginan," kata Abdul Rokib di lokasi kebakaran, Rabu.

Penyekatan dengan Alat Berat untuk Putus Jalur Api

Pola penyekatan dilakukan dengan menggali tanah menggunakan dua unit ekskavator milik perusahaan pemilik lahan konsesi di sekitar area kebakaran. Parit yang terbentuk berfungsi menghalangi api merambat ke lahan yang belum terbakar.

Menurut Abdul Rokib, tanpa penyekatan, api dikhawatirkan merambat cepat dan membuat kebakaran semakin tidak terkendali. "Kita terus fokus melakukan pemadaman melalui jalur darat menggunakan air yang ada, semua kita libatkan," ungkapnya.

Camat Berbak Nopi Ardiansyah menyampaikan, laporan kebakaran pertama kali diterima dari kepala desa setempat, Manggala Agni, serta Destana pada Minggu (25/8) sekitar pukul 15.30 WIB. Lahan yang terbakar merupakan kombinasi antara kebun kelapa sawit milik warga dan semak belukar yang belum digarap.

Kendala Lapangan: Sumber Air Jauh dan Angin Kencang

Proses pemadaman sempat dihentikan pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB karena medan yang tidak memungkinkan. Sebelum dihentikan, petugas telah melakukan penyekatan menggunakan ekskavator untuk memutus perambatan api.

Tim gabungan yang diterjunkan melibatkan TNI, Destana, Damkar kecamatan, Manggala Agni, BPBD, pihak perusahaan perkebunan, serta warga setempat. Meski jumlah personel cukup banyak, petugas di lapangan menghadapi kendala lokasi sumber air yang jauh dari titik kebakaran sehingga menyulitkan proses pendinginan.

Angin kencang turut memperberat upaya pemadaman karena dapat menimbulkan asap tebal dan memicu munculnya titik api baru. "Masyarakat di sini cukup tanggap membantu pemadaman bersama, kita dapat bantuan tenaga lagi dari perusahaan dan BPBD, sekarang sedang menuju ke sini membantu pemadaman," tutup Nopi.

135 Titik Api Terpantau di Tanjabtim Sepanjang 2024

Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja mengungkapkan, selama periode Januari hingga Agustus jumlah titik api di wilayahnya mencapai 135 titik. Titik api terbanyak terjadi pada Agustus dengan 53 titik.

Akibat musim kemarau, luas lahan yang terbakar telah mencapai 108 hektare, seluruhnya berada dalam kawasan lahan gambut. Wilayah Tanjung Jabung Timur sendiri memiliki 56 persen lahan gambut dari total 514 ribu hektare daratan.

"Dari 514 ribu hektare luas daratan di Tanjung Jabung Timur, 56 persennya lahan gambut, sangat riskan, kehadiran pak menteri (24/8) menjadi motivasi bahwa perhatian pemerintah betul-betul hadir," ungkap dia.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks