Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14 pada perdagangan Rabu pagi. Penguatan ini terjadi di tengah investor yang mencermati data inflasi terbaru dan arus modal asing di pasar keuangan domestik.
JAKARTA — Laju indeks saham domestik kembali menunjukkan tren positif pada awal sesi perdagangan. Setelah sempat mengalami koreksi pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG kini berhasil bangkit dan bertengger di zona hijau.
Selain IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mencatatkan penguatan. Indeks ini naik 0,62 poin atau 0,10 persen ke posisi 642,57 pada pembukaan hari ini.
Sentimen Pasar yang Mendorong Penguatan
Penguatan indeks pada pembukaan pagi ini tak lepas dari respons pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen. Salah satunya adalah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga global yang dinilai akan lebih longgar dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, investor juga tengah menanti rilis data ekonomi domestik yang dijadwalkan keluar pekan ini. Data tersebut akan menjadi sinyal bagi arah pergerakan pasar selanjutnya.
Kinerja Indeks LQ45 Ikut Menghijau
Kenaikan IHSG sejalan dengan pergerakan Indeks LQ45 yang mewakili 45 saham berkapitalisasi pasar terbesar dan likuiditas tinggi. Meski kenaikannya tipis, konsistensi penguatan ini memberikan sedikit angin segar bagi pelaku pasar.
Para analis menyebut, pergerakan indeks masih akan fluktuatif sepanjang hari. Faktor eksternal seperti pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas global tetap menjadi variabel yang perlu diwaspadai.
Proyeksi Pergerakan IHSG hingga Penutupan
Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati level support dan resistance terdekat. Jika penguatan mampu bertahan hingga sore nanti, bukan tidak mungkin IHSG akan mencatatkan penguatan untuk hari kedua beruntun.
Namun, tekanan jual masih bisa muncul kapan saja, terutama jika ada sentimen negatif yang datang dari pasar global pada sesi perdagangan Eropa dan Amerika Serikat nanti malam.