Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak stagnan pada pembukaan perdagangan Jumat ini, bertahan di level Rp17.748 per dolar AS. Pergerakan yang cenderung flat ini terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026 oleh Bank Indonesia hari ini.
JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat ini bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi Rp17.748 per dolar AS. Posisi tersebut sama persis dengan level penutupan perdagangan sebelumnya.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan banyak dipengaruhi oleh rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026 yang dijadwalkan diumumkan Bank Indonesia.
Defisit Transaksi Berjalan Diprediksi Melebar Jadi 3,09 Persen
Josua memproyeksikan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada kuartal II-2026 akan melebar signifikan. Ia memperkirakan CAD mencapai 3,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), melonjak cukup tajam dibandingkan posisi kuartal I-2026 yang tercatat 1,09 persen terhadap PDB.
Pelebaran defisit ini, menurut dia, terutama didorong oleh peningkatan musiman pada arus keluar pendapatan primer. Faktor utamanya adalah pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada non-residen.
Selain itu, kinerja neraca barang juga disebut memburuk seiring dengan tercatatnya defisit perdagangan pada Mei dan Juni 2026.
Sentimen Global: Program Buyback Surat Utang Pemerintah AS
Dari sisi eksternal, pelaku pasar juga mencermati pengumuman program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS berjangka panjang. Operasi ini bertujuan menurunkan imbal hasil obligasi jangka panjang yang sebelumnya terus naik hingga mencapai level tertinggi dalam 20 bulan pada obligasi 10 tahun AS.
Josua menjelaskan, dengan menurunnya imbal hasil obligasi AS, maka daya tarik dolar AS ikut melemah. Kondisi ini berpotensi memberikan ruang gerak bagi penguatan nilai tukar rupiah, meski tekanan dari dalam negeri masih membayangi.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, pergerakan rupiah hari ini diprediksi berada pada rentang Rp17.700 hingga Rp17.825 per dolar AS.