Pencarian

Mantan Investor Awal Cerebras Adit Singh Pindah ke Mayfield, Fokus ke Semikonduktor dan AI

Jumat, 21 Agustus 2026 • 01:58:02 WIB
Mantan Investor Awal Cerebras Adit Singh Pindah ke Mayfield, Fokus ke Semikonduktor dan AI
Adit Singh, mantan investor awal Cerebras, resmi bergabung dengan Mayfield untuk fokus pada sektor semikonduktor dan AI.

JAMBI — Kepindahan ini menandai babak baru bagi Singh setelah sebelumnya ia terlibat dalam pendanaan awal Cerebras, perusahaan yang kini bernilai hampir US$50 miliar (sekitar Rp 825 triliun) setelah melantai di bursa pada Mei lalu. Keberhasilannya membaca potensi Cerebras sejak dini menjadi salah satu catatan penting dalam kariernya di dunia investasi teknologi.

Daya Tarik Mayfield: Portofolio Semikonduktor Terbaik

Keputusan Singh untuk bergabung dengan Mayfield bukan tanpa alasan. Ia menilai portofolio semikonduktor yang dimiliki Mayfield saat ini adalah yang terbaik di pasar. Hal ini selaras dengan latar belakangnya sebagai seorang perancang chip.

"Jika Anda melihat portofolio semikonduktor Mayfield, itu mungkin yang terbaik di pasar saat ini," ujar Singh kepada TechCrunch, seraya menyoroti investasi Mayfield di Upscale AI yang baru saja bernilai US$2 miliar (sekitar Rp 33 triliun) dan Lumilens yang mengantongi pendanaan US$700 juta (sekitar Rp 11,5 triliun) dengan valuasi US$5,5 miliar (sekitar Rp 90,75 triliun).

"Saya seorang perancang chip secara pelatihan. Keahlian saya adalah mampu melihat beban kerja apa pun dan memahami cara kerjanya dari aplikasi hingga ke level transistor," tambahnya.

Rekam Jejak: Dari Foundation Capital hingga Cota Capital

Perjalanan Singh di dunia VC cukup panjang. Ia memulai kariernya di Foundation Capital, di mana ia berperan dalam pendanaan awal Cerebras. Saat itu, ia membantu memimpin putaran pendanaan pertama untuk perusahaan chip yang masih belum dikenal.

Ketika Cerebras melakukan IPO spektakuler di bulan Mei, Foundation Capital tercatat memiliki sekitar 7% saham, menjadikannya pemegang saham terbesar ketiga. Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan Singh yang saat itu masih berstatus partner di Foundation Capital.

Namun, Singh tidak bertahan lama di Foundation Capital. Pada 2017, ia mendirikan Neotribe Ventures dan memimpin firma tersebut selama empat tahun sebelum akhirnya bergabung dengan Cota Capital, sebuah firma yang fokus pada investasi tahap awal.

Modal Besar untuk "Mega-Seed"

Salah satu alasan utama Singh memutuskan pindah ke Mayfield adalah perubahan lanskap pendanaan tahap awal (seed). Ukuran kesepakatan seed infrastructure telah membengkak dalam beberapa tahun terakhir, membuat banyak firma kecil kesulitan mengikuti "mega-seed deals".

Dengan aset yang dikelola mencapai US$3 miliar (sekitar Rp 49,5 triliun), Mayfield mampu menulis cek pendanaan seed hingga US$20 juta (sekitar Rp 330 miliar). Kemampuan finansial ini menjadi nilai jual utama bagi investor sekaliber Singh.

Proses Panjang Menuju Kesepakatan

Meski sudah saling mengenal selama 15 tahun dan duduk di tiga dewan startup yang sama, termasuk Upscale AI dan Velaura AI, proses meyakinkan Singh untuk bergabung bukanlah hal yang mudah. Managing Partner Mayfield, Navin Chaddha, mengakui butuh waktu lama untuk mencapai kesepakatan ini.

"Kami sudah berbicara sejak lama, dan kali ini bintang-bintang sejajar," kata Chaddha kepada TechCrunch.

Dengan bergabungnya Singh, Mayfield semakin mengukuhkan diri sebagai pemain kunci di sektor semikonduktor dan AI. Fokus investasinya di bidang hardware, infrastruktur software, keamanan siber, dan physical AI diharapkan mampu melahirkan perusahaan-perusahaan teknologi besar berikutnya.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks