JAMBI — Ribuan bendera Merah Putih mulai menghiasi ikon Jembatan Gentala Arasy yang membentang di atas Sungai Batanghari. Kegiatan bertajuk "Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku" ini menjadi pembuka rangkaian peringatan kemerdekaan yang akan berpuncak pada 17 Agustus 2026.
Pemasangan perdana dilakukan serentak oleh Gubernur Al Haris, Wakil Gubernur Abdullah Sani, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta seluruh kepala OPD di lingkungan Pemprov Jambi. Mereka bersama-sama membentangkan bendera di sepanjang pagar jembatan kebanggaan warga Kota Jambi tersebut.
Target 10.000 Bendera Terpasang Bertahap
Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigadir Jenderal TNI Nyamin menjelaskan, jumlah yang dipasang pada hari pertama baru mencapai 1.000 lembar. Sisanya akan dipasang secara bertahap hingga memenuhi target 10.000 bendera.
"Ini puncaknya. Kita pasang di Jembatan Gentala Arasy ini sebanyak 1.000 bendera terlebih dahulu. Target kita 10.000 bendera, sisanya akan dipasang secara bertahap," ujar Nyamin di sela kegiatan.
Pemasangan tidak hanya terpusat di Jembatan Gentala Arasy. Bendera juga akan dibentangkan di sejumlah lokasi lain di Kota Jambi agar suasana kemerdekaan terasa di berbagai sudut kota.
Makna Kemerdekaan: Bukan Lagi Lawan Penjajah, Tapi Atasi Kemiskinan
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan ke-81 kali ini memiliki makna berbeda dibanding era perjuangan fisik. Menurutnya, tugas mengusir penjajah telah selesai dan kini saatnya mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nyata.
"Tidak terasa, Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Perjuangan kita sekarang adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan memastikan pendidikan yang layak bagi anak-anak kita. Semangat kita harus tetap menyala," tegas Al Haris.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak perjuangan para pendahulu yang harus dihargai dengan kerja nyata. "Kita hari ini memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak perjuangan dari para pendahulu kita hingga sampai pada hari ini. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah, kita harus semakin bersemangat," ujarnya.
Bendera Jadi Simbol Persatuan dan Kebanggaan Warga
Pemandangan Sang Saka Merah Putih yang berkibar di atas aliran Sungai Batanghari diharapkan membangkitkan rasa bangga bagi siapa pun yang melintasi Jembatan Gentala Arasy. Gubernur menyebut kegiatan ini sengaja digelar agar getaran kemerdekaan terasa langsung oleh masyarakat.
"Gebyar Mahardika ini kita gelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang dan untuk menggelorakan semangat kemerdekaan. Jembatan Gentala Arasy kita penuhi Merah Putih agar setiap yang melintas merasakan getaran 17 Agustus," kata Al Haris.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa bendera bukan sekadar kain simbolis. "Gebyar Mahardika ini hanya simbol untuk kita semua bagaimana kita tetap menjaga Sang Saka Merah Putih. Kita jaga, kita rawat, dan kita jadikan ini simbol kebersamaan, persatuan, keberagaman, dan juga cinta tanah air," lanjutnya.
Pemprov Terbitkan Edaran Wajib Pasang Bendera
Untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan, Pemprov Jambi juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh masyarakat. Warga diminta memasang bendera Merah Putih di rumah dan lingkungan masing-masing.
Danrem 042/Gapu Brigadir Jenderal TNI Nyamin menilai langkah ini penting untuk menanamkan nasionalisme kepada generasi penerus. "Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku, pemasangan seribu bendera ini adalah untuk menanamkan rasa nasionalisme pada generasi-generasi kita dalam membangun NKRI ini. Kita sudah sampai di usia 81 tahun. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini agar ke depannya kita akan lebih maju lagi," jelasnya.
Gubernur Al Haris menambahkan, kesuksesan seluruh rangkaian acara HUT RI membutuhkan kerja sama semua instansi. "Persiapan harus dilakukan sejak sekarang karena rangkaian kegiatan melibatkan banyak instansi. Semua harus bekerja sama agar pelaksanaannya berjalan baik," pungkasnya.