Pencarian

4 Program PHR Zona 1 Raih Penghargaan ISRA 2026, Tujuh Paper Ilmiah Dipresentasikan di Surakarta

Kamis, 13 Agustus 2026 • 15:56:01 WIB
4 Program PHR Zona 1 Raih Penghargaan ISRA 2026, Tujuh Paper Ilmiah Dipresentasikan di Surakarta
Empat program inovasi sosial PHR Zona 1 meraih penghargaan pada ISRA Conference & Awards 2026 di Surakarta.

SURAKARTA — Empat program inovasi sosial dari unit operasi PHR Zona 1 membawa pulang penghargaan bergengsi dalam ajang ISRA Conference & Awards 2026 yang digelar di Surakarta. Capaian ini melengkapi presentasi tujuh paper ilmiah yang membahas praktik pemberdayaan masyarakat dari lapangan ke ruang akademik.

Penghargaan tertinggi kategori Platinum untuk Economic Empowerment diraih Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu melalui program PALUH ASRI. Field Manager PEP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, menerima langsung penghargaan tersebut. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dan pelestarian lingkungan melalui pengembangan Edu Ekowisata Mangrove Pasar Rawa.

Daftar Lengkap Peraih Penghargaan ISRA 2026

Selain PEP Pangkalan Susu, tiga unit operasi lain juga mencatatkan prestasi serupa. PEP Rantau meraih Gold melalui program Inklusi Coffee yang mendorong pemberdayaan ekonomi inklusif. PEP Lirik menyabet Silver lewat program LILAC, sementara PHE North Sumatera Offshore (NSO) membawa pulang Bronze melalui program Inong Bale.

Manajer Community Involvement & Development (CID) PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir dari program pemberdayaan. Menurutnya, keberhasilan diukur dari perubahan nyata dan kemampuan masyarakat menjaga keberlanjutan manfaat program dalam jangka panjang.

"Kami melihat penghargaan ini bukan sebagai tujuan akhir. Lebih penting adalah memastikan setiap program lahir dari kebutuhan masyarakat, memiliki dampak yang nyata, dan mampu menciptakan kemandirian," ujar Iwan dalam keterangan resminya, Selasa (18/2/2026).

Ragam Tema Paper Ilmiah dari Lapangan

Deretan paper ilmiah yang dipresentasikan menunjukkan spektrum pendekatan yang luas. PHE NSO mengangkat kolaborasi pentahelix dalam pemberdayaan petani kakao perempuan kepala keluarga. PEP Lirik membahas pemberdayaan perempuan melalui model MELATI dengan pendekatan ekonomi sirkular dalam Program Kampung Iklim (PROKLIM) di Desa Lambangsari V, Riau.

Sementara itu, PEP Rantau memaparkan DIGDAYA Task Force, pendekatan berbasis hak asasi manusia untuk membangun ketahanan masyarakat menghadapi bencana di Aceh Tamiang. PEP Jambi turut mempresentasikan PERISAI AIR yang menghubungkan pembangunan pertanian berkelanjutan dengan transformasi sosial-ekonomi dan penguatan social license to operate.

Model CSR Berkelanjutan untuk Kemandirian Masyarakat

PEP Pangkalan Susu juga membahas model CSR terintegrasi dalam upaya penurunan stunting berkelanjutan serta PALUH ASRI sebagai model pemberdayaan masyarakat pesisir. PHR Zona 1 sendiri memaparkan kajian ketahanan sosial-ekologis dan keterlibatan masyarakat dalam berbagai program Community Involvement and Development (CID).

Iwan menambahkan, transformasi pendekatan CSR menjadi pemberdayaan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi erat antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menekankan bahwa program yang kuat bukan yang selesai saat kegiatan berakhir, melainkan ketika masyarakat mampu melanjutkan dan mengembangkan nilai baru dari yang telah dibangun bersama.

Partisipasi PHR Zona 1 dalam ISRA 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pendekatan bahwa program pemberdayaan bukan sekadar aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan. Lebih dari itu, praktik tersebut harus terdokumentasi, terukur, dapat dipelajari, dan berpotensi direplikasi di wilayah lain.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks