JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris memastikan pemerintahannya belum mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah meski kualitas udara di sejumlah wilayah mulai memasuki ambang batas kurang sehat. Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan terbaru mengenai dampak kabut asap yang diterima pemprov, Rabu (12/8).
Al Haris mengatakan, informasi mengenai penurunan kualitas udara baru diterima pihaknya pada Selasa malam. Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemprov untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap risiko kesehatan masyarakat.
"Memang kita baru dapat info semalam. Kondisi iklim kita ini sudah masuk data di ambang batas kurang sehat," ujarnya di Jambi.
Keputusan Libur Sekolah Bergantung pada Data Beberapa Hari ke Depan
Al Haris menegaskan opsi meliburkan sekolah tidak akan diambil secara tergesa-gesa. Pemprov Jambi akan menjadikan perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan sebagai acuan utama sebelum menerbitkan kebijakan apa pun.
"Kita juga memantau sekolah-sekolah. Untuk PAUD apakah rawan, apakah diliburkan dan sebagainya. Kita lihat dulu beberapa hari ini," kata Al Haris.
Perhatian khusus diberikan pada anak usia dini yang dinilai lebih rentan terhadap paparan asap. Jika kabut asap terus menebal dan data kualitas udara menunjukkan penurunan signifikan, pemerintah membuka peluang menerbitkan surat edaran resmi.
Antisipasi Kesehatan Masyarakat: Imbauan Masker Disiapkan
Selain sektor pendidikan, Pemprov Jambi menyiapkan langkah antisipasi lain untuk melindungi warga dari dampak karhutla. Salah satunya adalah imbauan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Langkah ini disiapkan sebagai bentuk perlindungan dini, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita gangguan pernapasan. Pemprov akan terus memantau kualitas udara dan menyesuaikan kebijakan dengan kondisi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada instruksi resmi yang mewajibkan sekolah untuk libur. Pemprov Jambi memastikan setiap keputusan akan mempertimbangkan data terbaru dan dampaknya bagi kesehatan masyarakat luas.