JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu, ditopang aksi borong saham oleh investor yang memanfaatkan koreksi indeks pada dua hari sebelumnya. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga ikut menguat 8,05 poin atau 1,29 persen ke posisi 633,84.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan para pelaku pasar memanfaatkan momen koreksi tajam untuk melakukan akumulasi beli. “Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Sentimen MSCI dan Sektor Penopang Penguatan
Selain faktor teknis, penguatan IHSG hari ini juga didorong oleh antisipasi pelaku pasar terhadap penyesuaian bobot saham Indonesia menjelang pengumuman resmi MSCI Inc. yang dijadwalkan pada Rabu pukul 04.00 WIB. Ekspektasi positif muncul terkait potensi pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten Indonesia oleh MSCI.
“Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten,” jelas Nafan. Ia menambahkan bahwa kenaikan indeks kali ini ditopang oleh saham-saham konglomerasi yang tercatat sebagai top movers, serta saham-saham dari sektor komoditas dan teknologi.
Kepastian BI dan Inflasi AS Jadi Katalis Tambahan
Dari dalam negeri, pasar turut merespons positif pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Nafan menilai hal ini memberikan kepastian arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah di mata investor institusi.
Sementara dari mancanegara, pelaku pasar mencermati rilis data inflasi AS periode Juli 2026 yang diproyeksikan melandai ke level 3,4 persen year on year (yoy). Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mengambil sikap dovish terhadap suku bunga.
Mayoritas Sektor Menguat, Infrastruktur Pimpin Kenaikan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor ditutup menguat, dipimpin sektor infrastruktur yang naik 4,60 persen. Sektor energi dan barang baku menyusul dengan kenaikan masing-masing 3,22 persen dan 2,27 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah transportasi & logistik yang turun tipis 0,23 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan harga terbesar antara lain EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI. Di sisi lain, saham yang mengalami pelemahan terdalam adalah BAIK, AGAR, IKBI, DWGL, dan KJEN.
Total frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.067.000 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 32,68 miliar lembar senilai Rp17,35 triliun. Sebanyak 474 saham berhasil naik, 185 saham turun, dan 304 saham stagnan.
Di bursa regional, mayoritas indeks Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei menguat 0,99 persen ke 67.630,00, indeks Kospi melonjak 3,68 persen ke 6.579,04, sementara indeks Shanghai melemah 0,32 persen ke 3.946,68 dan Hang Seng turun 0,83 persen ke 25.440,17.