JAMBI — Kabar duka menyelimuti insan pers Provinsi Jambi. Hery Farmansyah atau yang akrab disapa Hery Rawas, seorang wartawan senior sekaligus pendiri Asri Media Group, telah berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (8/8/2026) siang.
Almarhum menghembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Jambi. Ia meninggalkan seorang istri, Sri Jayati, dan seorang anak.
Sang Isteri: "Abang Sudah Dak Ado, Dek"
Kepergian Hery Rawas meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sang istri, Sri Jayati, mengaku masih belum bisa menerima kepergian suaminya yang terjadi begitu cepat.
"Abang sudah dak ado, Dek. Maaf kalau dio ado salah," ungkap Sri kepada media, Minggu (9/8/2026) dinihari.
Dikenal Sebagai "Kunci Inggris" yang Mudah Bergaul
Semasa hidupnya, Hery Rawas dikenal luas sebagai sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja tanpa pandang bulu. Julukan "Kunci Inggris" melekat padanya karena kemampuannya berbaur dengan berbagai kalangan, dari pejabat hingga warga biasa.
Hendri Nursal, orang dekat almarhum, turut melepas kepergian pria yang dikenal sebagai mentor yang sabar dan lapang dada itu. Menurutnya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Thehok, kawasan Stikes, sebelum akhirnya diberangkatkan ke Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu pagi sekira pukul 08.00 WIB.
Mentor yang Melahirkan Banyak Wartawan Sukses
Di balik keramahannya, Hery Rawas adalah seorang guru yang berwawasan maju. Di tangannya, banyak wartawan muda yang dilatihnya berhasil mengembangkan bisnis media siber di Jambi. Sebagai pendiri Asri Media Group, jejaring media sibernya cukup luas dan menjadi wadah bagi banyak jurnalis untuk berkembang.
Kiprahnya di dunia jurnalistik Jambi tidak hanya sebatas memimpin perusahaan media. Almarhum juga tercatat pernah menjadi bagian dari tim media pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi, Al Haris - Abdullah Sani.
Bagaimanapun, almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik. Setiap masalah dan cobaan disikapinya dengan lapang dada dan rasa syukur. "Bang Hery... Selamat jalan pulang ke 'pangkuan' Allah. Kenangan bersamamu sangat sulit untuk dilupakan," tulis rekan-rekannya di Jernih.ID.