Pencarian

Rupiah Stabil di Kisaran Rp17.850-Rp17.950, Data Tenaga Kerja AS dan Cadev Jadi Penentu Arah

Minggu, 09 Agustus 2026 • 08:35:31 WIB
Rupiah Stabil di Kisaran Rp17.850-Rp17.950, Data Tenaga Kerja AS dan Cadev Jadi Penentu Arah
Rupiah terpantau stabil di kisaran Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan siang ini.

JAMBI — Pergerakan mata uang Garuda di pasar valuta asing terpantau stabil hingga siang ini. Berdasarkan data pukul 13.06 WIB, posisi rupiah nyaris tidak berubah signifikan terhadap dolar AS, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar di tengah minimnya sentimen baru.

Stabilitas ini terjadi setelah tekanan jual terhadap rupiah sempat sangat deras dalam beberapa bulan terakhir. Grafik jangka panjang menunjukkan dolar AS menguat persisten sejak awal tahun dan sempat menembus level psikologis Rp18.000 pada periode Juni-Juli. Memasuki Agustus, kurva terlihat mulai melandai dan mengalami fase koreksi, memberi ruang napas bagi mata uang Asia termasuk rupiah.

PDB Kuartal II Jadi Modal, tapi Sentimen Eksternal Masih Dominan

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis beberapa waktu lalu menjadi salah satu penopang utama sentimen positif. Ekonomi kuartal II 2026 tumbuh 5,29% secara tahunan, melampaui ekspektasi sejumlah ekonom dan memperkuat daya tarik aset berdenominasi rupiah di mata investor asing.

Namun, penguatan fundamental domestik tersebut belum cukup untuk mendorong apresiasi signifikan. Pelaku pasar masih menimbang dampak perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian arah suku bunga acuan Amerika Serikat yang membuat dolar tetap perkasa di pasar Asia.

Dua Data Kunci yang Bakal Menggerakkan Kurs Pekan Depan

Pasar kini mengarahkan fokus ke dua rilis data penting. Pertama, posisi cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan keluar akhir pekan ini sebagai indikator ketahanan eksternal. Kedua, data non-farm payrolls AS yang akan menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan sikap kebijakan moneternya ke depan.

Jika data tenaga kerja AS menunjukkan kekuatan, spekulasi pengetatan moneter lebih lanjut bisa kembali menekan nilai tukar negara berkembang. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memicu penguatan rupiah dan mata uang kawasan secara lebih luas.

Rupiah Lebih Tangguh Dibanding Won Korea di Pasar Asia

Dalam perdagangan hari ini, rupiah tercatat menguat 0,07%, sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya. Baht Thailand memimpin penguatan kawasan dengan apresiasi 0,21%, sementara won Korea Selatan menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan hingga 0,47%.

Performa rupiah yang relatif stabil di tengah gejolak pasar keuangan global menunjukkan daya tahan yang lebih baik dibanding beberapa mata uang regional. Meski demikian, tekanan eksternal masih membayangi dan volatilitas diperkirakan akan meningkat seiring rilis data-data ekonomi utama dalam beberapa hari ke depan.

Investasi mengandung risiko.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pintu.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks