JAMBI — Getaran dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI di Jepara dan Demak, artinya getaran cukup nyata di dalam rumah hingga terasa seperti ada truk besar yang melintas. Sementara itu, di Batang, Jawa Tengah, guncangan dilaporkan mencapai skala II MMI yang ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung.
Pusat Gempa di Kedalaman 540 Kilometer
Berdasarkan analisis BMKG, episentrum gempa berada di laut dengan kedalaman hiposentrum mencapai 540 kilometer. Faktor kedalaman inilah yang membuat energi getaran melemah sebelum mencapai permukaan, sehingga dampak guncangannya tidak merusak.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas deformasi dalam lempeng,” demikian keterangan resmi BMKG yang diterima Jumat malam.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault. Jenis patahan ini umum terjadi di zona subduksi yang dalam dan jarang memicu gelombang laut.
Hasil Pemodelan Tsunami dan Aktivitas Susulan
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas BMKG dalam siaran persnya. Kepastian ini mengacu pada parameter episenter dan kedalaman yang tidak memenuhi syarat untuk membangkitkan kolom air laut.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menambahkan, hingga pukul 21.20 WIB, monitoring pihaknya belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. “Hingga pukul 21:20 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan,” ujarnya.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat Pesisir
Kendati tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diminta memastikan bangunan tempat tinggalnya cukup tahan gempa dan tidak mengalami kerusakan akibat getaran.
Kejadian gempa dalam dengan magnitudo serupa kerap terjadi di wilayah Laut Jawa akibat aktivitas lempeng yang menunjam jauh di bawah Pulau Jawa. Meski guncangannya terasa, dampak destruktif biasanya minim karena energi sudah tereduksi di kedalaman.
Masyarakat yang merasakan guncangan diminta melaporkan kejadian melalui aplikasi atau kanal resmi BMKG untuk memperkaya data intensitas. Informasi terbaru mengenai aktivitas kegempaan dapat diakses melalui akun media sosial resmi dan situs web BMKG.