TEBO — Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi aparatur desa di Kabupaten Tebo menjadi sorotan utama dalam evaluasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi memastikan pihaknya serius mendorong agar seluruh elemen kelembagaan desa, mulai dari perangkat hingga pekerja lapangan, terlindungi program tersebut.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari upaya pemkab memperkuat jaring pengaman sosial bagi mereka yang setiap hari bersentuhan langsung dengan pelayanan publik di tingkat desa. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan BPJS Ketenagakerjaan dinilai krusial untuk memastikan tidak ada lagi pekerja yang tercecer dari kepesertaan.
Jaminan Keamanan bagi Pelayan Masyarakat di Tingkat Desa
Nazar Efendi menuturkan, evaluasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata perhatian negara terhadap mereka yang mengabdi di garda terdepan pelayanan masyarakat. Dengan adanya jaminan tersebut, perangkat desa dapat bekerja tenang tanpa dibayangi risiko kerja yang mungkin terjadi.
"Evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan perangkat desa maupun pekerja yang berada dalam kelembagaan desa memperoleh perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Dengan adanya perlindungan tersebut, mereka memiliki rasa aman saat menjalankan tugas dan mendapatkan jaminan apabila terjadi risiko kerja," ujar Nazar saat dikonfirmasi Kamis (6/8/2026).
Target Cakupan Kepesertaan Terus Meningkat
Pemkab Tebo menargetkan tidak ada lagi perangkat maupun pekerja kelembagaan desa yang belum memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Untuk mencapai target itu, pendataan dan koordinasi lintas sektor terus diintensifkan hingga ke tingkat pemerintahan desa.
"Kami berharap cakupan kepesertaan terus meningkat sehingga tidak ada lagi perangkat maupun pekerja di kelembagaan desa yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," tambah Nazar.
Hasil Evaluasi Jadi Bahan Perluas Kepesertaan
Kegiatan evaluasi tersebut difokuskan untuk mengidentifikasi capaian dan kendala pelaksanaan program di lapangan. Data yang terkumpul nantinya akan dijadikan pijakan dalam memperluas kepesertaan sekaligus meningkatkan kualitas perlindungan bagi pekerja di desa.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Tebo berharap seluruh perangkat desa dan unsur kelembagaan desa dapat memperoleh manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Dengan begitu, mereka terlindungi dari berbagai risiko yang mungkin timbul selama menjalankan tugas pelayanan publik.