JAMBI — Program Sekolah Rakyat di Kota Jambi tahun ajaran 2026 diikuti 270 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati merinci, jumlah itu terdiri atas 30 siswa SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA.
Selain peserta didik baru, terdapat 97 siswa lanjutan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang kelas berikutnya di sekolah berasrama tersebut. Seluruh siswa mulai menjalani proses pembelajaran dan pembinaan karakter melalui sistem asrama.
Mayoritas Peserta Berasal dari Kota Jambi
Yunita mengatakan mayoritas peserta didik berasal dari Kota Jambi, sesuai dengan ketentuan program. Namun, karena Provinsi Jambi baru memiliki dua Sekolah Rakyat, sejumlah siswa dari daerah lain masih mengikuti pendidikan sementara di Kota Jambi.
Sekolah Rakyat lainnya berlokasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Keterbatasan fasilitas ini membuat Kota Jambi menjadi tempat penampungan sementara bagi siswa dari luar daerah.
Seleksi Ketat: Tidak Ada Pendaftaran Umum
Proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran umum. Seluruh calon siswa ditetapkan berdasarkan DTSEN milik pemerintah pusat, lalu petugas melakukan verifikasi administrasi dan kunjungan langsung ke rumah calon siswa.
Kunjungan lapangan itu bertujuan memastikan kondisi keluarga dan kesiapan anak mengikuti pendidikan berasrama. Pendekatan ini dilakukan agar program tepat sasaran bagi keluarga yang membutuhkan.
Fasilitas Gedung Utama Hampir Rampung
Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Kota Jambi masih terus berlangsung. Yunita menyebut gedung utama sebagian besar telah selesai dan sudah bisa digunakan sebagai ruang belajar serta asrama.
"Beberapa fasilitas pendukung lainnya masih dalam tahap penyelesaian," kata dia. Meski begitu, proses pembelajaran dan pembinaan karakter sudah berjalan bagi seluruh peserta didik.
MPLS Lebih Panjang dengan Pembinaan TNI AD
Para siswa saat ini mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan durasi lebih panjang dibandingkan sekolah reguler. Dalam kegiatan itu, peserta didik mendapatkan pembinaan kedisiplinan dari personel Akademi Militer sebagai bagian dari upaya membentuk karakter.
Pendekatan ini menjadi pembeda utama Sekolah Rakyat dengan sekolah umum lainnya. Selain materi akademik, pembentukan mental dan kedisiplinan menjadi fokus utama program yang digagas pemerintah pusat tersebut.