BUNGO — Ribuan pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bungo memadati GOR Serunai untuk mengikuti sosialisasi akbar yang digagas Pemerintah Provinsi Jambi bersama aparat keamanan. Kegiatan ini menyasar penguatan ketahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme, kejahatan digital, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga aktivitas geng motor.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pelajar merupakan aset daerah yang harus dijaga. Ia meminta para siswa untuk fokus pada pendidikan dan menjauhi segala bentuk aktivitas negatif.
"Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tetapi tidak menyalahi aturan. Tidak ada yang terlibat narkoba, tidak ikut judi online, dan tidak terlibat geng motor," ujarnya di hadapan peserta.
Jambi Keluar dari Kategori Tinggi Judi Online
Al Haris mengungkapkan, berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Provinsi Jambi sempat masuk kategori tinggi dalam kasus judi online pada 2024. Namun, setelah ada intervensi, angkanya kini dilaporkan menurun.
"ASN yang terlibat sudah kami beri peringatan, dan jika tidak berubah akan diberikan sanksi. Anak-anak juga harus menjauhi praktik seperti ini," katanya.
Paparan Radikalisme dan Jihad yang Keliru
Gubernur juga menyoroti temuan pelajar yang terpapar konten berpaham radikal melalui media elektronik. Ia memperingatkan bahaya pemahaman jihad yang keliru di kalangan muda.
"Jangan sampai nanti anak-anak memiliki pemahaman jihad yang keliru. Ini sangat berbahaya," tegasnya.
Persoalan perundungan juga menjadi perhatian. Berdasarkan data nasional, sekitar 57 persen sekolah di Indonesia masih menghadapi kasus perundungan yang berdampak pada kenyamanan peserta didik.
Pesan Kunci: Pendidikan Jalan Menuju Masa Depan
Di hadapan para pelajar, Al Haris menyampaikan pesan motivasi agar generasi muda menjaga diri demi masa depan yang lebih baik. Ia mencontohkan perjalanan para pejabat yang hadir sebagai bukti bahwa kerja keras dan semangat belajar mampu mengubah nasib.
"Kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, dan tidak terpapar paham radikal, maka 60 persen masa depan sudah ada di tangan. Sisanya adalah perjuangan dan doa," ujarnya.
"Utamakan pendidikan. Pendidikan adalah jalan menuju masa depan. Jangan pernah berhenti belajar. Gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter," pesannya menambahkan.
Komitmen Bersama Tolak Geng Motor
Sementara itu, Bupati Bungo Dedy Putra, S.H., M.Kn., mengajak para pelajar menjadi agen pencegahan di sekolah dan lingkungan tempat tinggalnya. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menolak balap liar dan aktivitas geng motor di Kabupaten Bungo.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Turut hadir Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, serta unsur Forkopimda Kabupaten Bungo.