MERANGIN — Empat Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir aliran Sungai Nalo Tantan di Desa Sungai Ulak, Kabupaten Merangin, pada hari kedua pencarian lansia bernama Zaimah (74), Rabu (5/8). Korban diduga terseret arus deras saat mandi di tepian sungai pada siang hari sebelumnya.
Pembagian tugas dilakukan berdasarkan jarak tempuh dari titik awal kejadian. SRU 1 menggunakan perahu karet (LCR) milik SAR MTA bertugas menyisir permukaan sungai sejauh 2 kilometer ke arah hilir. SRU 2 dari Satbrimob Merangin memperluas jangkauan hingga 4 kilometer, sementara SRU 3 dari BPBD Merangin menyisir hingga 6 kilometer.
Penyelaman Difokuskan di Titik Kejadian
SRU 4 dari Pos SAR Bungo mendapat tugas terjauh, yakni menyisir aliran sungai hingga 8 kilometer dari lokasi korban diduga tenggelam. Unit ini juga diperintahkan melakukan penyelaman di sekitar titik kejadian untuk memeriksa kemungkinan korban tersangkut di dasar sungai atau terhalang material.
Sebelumnya, warga yang berada di sekitar lokasi telah berupaya memberikan pertolongan dan melakukan pencarian secara mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga sore hari, sehingga laporan kondisi membahayakan manusia (KMM) diteruskan oleh BPBD Kabupaten Merangin kepada Pos SAR Bungo.
Arus Deras Jadi Kendala Utama di Hari Pertama
Proses pencarian pada hari pertama terkendala kondisi arus Sungai Nalo Tantan yang cukup deras. Hal ini menyulitkan warga yang mencoba mencari korban secara manual tanpa peralatan memadai, sekaligus menjadi alasan utama diperlukannya perlengkapan khusus seperti perahu karet dan tim penyelam.
Operasi pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari unsur SAR, kepolisian, BPBD, dan relawan setempat terus berkoordinasi di lokasi untuk memastikan proses penyisiran berjalan efektif.
Hingga berita ini diturunkan, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus berlangsung. Masyarakat sekitar diimbau untuk melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sepanjang aliran sungai.