Pencarian

IHSG Ditutup Menguat 1,37 Persen ke 6.319,61, Data Inflasi dan Manufaktur AS Jadi Katalis

Selasa, 04 Agustus 2026 • 22:45:31 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,37 Persen ke 6.319,61, Data Inflasi dan Manufaktur AS Jadi Katalis
IHSG ditutup menguat 1,37 persen ke level 6.319,61, ditopang data inflasi domestik dan manufaktur AS yang positif.

JAKARTA — IHSG betah di zona hijau sepanjang hari, ditopang sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Indeks LQ45 juga ikut menguat 1,81 persen ke level 635,21, menunjukkan penguatan terjadi merata di saham-saham berkapitalisasi besar.

Dari dalam negeri, inflasi Indonesia periode Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini masih berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut inflasi yang terjaga merupakan hasil konsistensi kebijakan moneter dan sinergi pengendalian inflasi antara BI dengan pemerintah.

Neraca Dagang Juni Masih Defisit, Namun Surplus Kumulatif Tetap Tercatat

Data neraca perdagangan Juni 2026 mencatat defisit 0,45 miliar dolar AS. Angka ini membaik dibandingkan defisit bulan sebelumnya yang mencapai 1,61 miliar dolar AS.

Meski begitu, secara kumulatif periode Januari-Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia masih membukukan surplus 3,58 miliar dolar AS. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2026 yang dijadwalkan pekan ini.

Manufaktur AS Tumbuh Tercepat, Geopolitik Timur Tengah Dipantau

Dari mancanegara, indeks manufaktur AS atau ISM Manufacturing naik dari 53,3 menjadi 55,6. Ini merupakan laju pertumbuhan tercepat sejak lebih dari empat tahun terakhir.

"Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Namun, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyebut adanya pembicaraan dengan Iran soal pembukaan kembali Selat Hormuz, namun Iran membantah negosiasi tersebut. Kabar baiknya, pertemuan Iran dengan Oman dilaporkan menunjukkan progres untuk meningkatkan lalu lintas melalui selat tersebut.

Properti Pimpin Penguatan, 420 Saham Ditutup Hijau

Secara sektoral, hampir seluruh sektor menguat. Sektor properti menjadi pemimpin dengan kenaikan 2,57 persen, disusul transportasi & logistik dan barang baku yang masing-masing naik 1,94 persen dan 1,86 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah barang konsumen non primer yang turun tipis 0,37 persen.

Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain ENZO, PADA, PRDL, HDFA, dan MBTO. Sedangkan yang melemah adalah BACH, TMPO, KOCI, OMRE, dan JELI.

Total frekuensi perdagangan mencapai 2.112.000 kali transaksi dengan volume 32,39 miliar lembar saham senilai Rp 12,95 triliun. Sebanyak 420 saham menguat, 234 saham melemah, dan 309 saham stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa regional menguat. Nikkei naik 0,23 persen, Shanghai menguat 0,33 persen, Kospi melonjak 1,62 persen, dan Kuala Lumpur naik 0,40 persen. Sementara Hang Seng terkoreksi 0,60 persen.

Follow jambitime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambi.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks