JAKARTA — Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BUMN energi tersebut dalam mendorong kemandirian usaha kecil di daerah. Ajang yang digelar di Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, itu sekaligus menjadi etalase bagi produk pangan olahan dan kuliner unggulan warga binaan untuk dikenal peserta dari 12 kabupaten se-Sulawesi Tengah.
Pendampingan Berkelanjutan dan Adaptasi Digital
Tidak sekadar membuka lapak, Pertamina memastikan para pelaku UMKM mendapat pendampingan yang berkesinambungan. Fokusnya pada peningkatan kualitas produk, perluasan jaringan pemasaran, hingga adaptasi terhadap teknologi digital.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan, program ini dirancang agar UMKM bisa tumbuh secara mandiri dan berdaya saing. "Pertamina tidak hanya membuka ruang promosi, tetapi juga mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Dorong Transaksi Non-Tunai dengan QRIS
Dalam kesempatan itu, Pertamina juga menggenjot pemanfaatan transaksi digital di kalangan pedagang. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) didorong untuk memperkuat daya saing usaha di tengah geliat ekonomi digital yang kian masif.
Penguatan sektor usaha kecil ini dinilai sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Program tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja berkualitas dan mengembangkan industri kreatif dari tingkat akar rumput.
Pengakuan Pelaku Usaha: dari Kemasan hingga Peluang Pasar
Imran Mulyadi, pemilik Kopi Tanambi, mengapresiasi peran aktif pendamping Rumah BUMN di daerahnya. Ia merasakan langsung dampak pembinaan tersebut terhadap perkembangan usahanya.
"Rumah BUMN Tojo Una-Una telah memberikan banyak dukungan bagi pelaku UMKM, mulai dari promosi, pendampingan pameran, pembukaan peluang usaha, hingga pengembangan kemasan dan peningkatan kapasitas. Pendamping Rumah BUMN benar-benar serius membina kami agar usaha terus berkembang," tutur Imran.
Partisipasi dalam bazar jambore tersebut menjadi salah satu bukti nyata bagaimana intervensi korporasi dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Pertamina berkomitmen melanjutkan program serupa di berbagai wilayah Indonesia.