JAMBI — Agus Gumiwang hadir di booth BYD dan diterima langsung oleh President Director PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao. Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika serta sejumlah pejabat Kementerian Perindustrian turut mendampingi dalam peninjauan tersebut. Fokus kunjungan kali ini adalah lini produk elektrifikasi yang sudah diproduksi di dalam negeri, dengan M6 Dual Mode sebagai model yang paling menyita perhatian.
Varian Plug-in Hybrid Melengkapi Keluarga M6
BYD M6 DM merupakan varian terbaru yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin melalui teknologi Dual Mode. Kehadirannya memperluas pilihan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi energi tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya.
Menperin sempat mencoba duduk di kursi pengemudi untuk melihat langsung kabin dan tata letak instrumen. Ia menilai langkah BYD membangun fasilitas produksi serta perakitan di Indonesia merupakan sinergi positif bagi pertumbuhan industri otomotif nasional, khususnya pada segmen New Energy Vehicle (NEV).
Efisiensi BBM Diklaim Tembus 65 Km/Liter
Salah satu angka yang menjadi perbincangan di booth adalah klaim konsumsi bahan bakar yang menembus 65 km/liter pada mode tertentu. Efisiensi ini dimungkinkan berkat kombinasi penggerak listrik yang dominan pada kecepatan rendah dan mesin bensin yang bekerja optimal di putaran menengah.
Bagi konsumen Indonesia yang kerap menghadapi kemacetan perkotaan, karakter tersebut dinilai cocok untuk penggunaan harian. Teknologi ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan kendaraan keluarga yang lebih hemat dibandingkan MPV konvensional bermesin bensin murni.
Dukungan Pemerintah terhadap Ekosistem NEV
Kunjungan Agus ke booth BYD bukan sekadar seremoni. Ia secara eksplisit mengapresiasi komitmen pabrikan asal China tersebut untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri, yang sejalan dengan kebijakan pemerintah mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi.
Kehadiran pabrik lokal juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta pengembangan rantai pasok komponen dalam negeri. Dengan produksi yang semakin matang, harga jual unit diharapkan bisa lebih kompetitif dibandingkan model impor.
Strategi BYD di Pasar MPV Indonesia
Segmen MPV merupakan medan pertempuran terberat di pasar otomotif Tanah Air, dihuni pemain mapan seperti Toyota, Daihatsu, dan Suzuki. BYD mencoba masuk dengan pendekatan berbeda: menawarkan teknologi elektrifikasi sebagai nilai jual utama, bukan sekadar efisiensi ruang atau kenyamanan.
M6 DM dirancang untuk menjembatani transisi konsumen dari kendaraan bermesin konvensional menuju kendaraan listrik penuh. Dengan sistem plug-in hybrid, pengguna tetap bisa mengisi bensin seperti biasa namun menikmati konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit.
Belum ada pengumuman resmi mengenai harga maupun jadwal penjualan M6 DM untuk pasar Indonesia. Namun, dengan status produksi lokal yang sudah berjalan, peluncuran komersial diprediksi tidak akan lama lagi menyusul setelah GIIAS 2026 berakhir.