TANJUNG JABUNG BARAT — Empat putra daerah asal Tanjung Jabung Barat berhasil menuntaskan studi di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu, Jawa Tengah, melalui program beasiswa penuh dari PetroChina International Jabung Ltd. Keempatnya adalah M. Bagas Sultan Abighail (Teknik Mesin Kilang, IPK 3,61), Tito Antonio Jr (Teknik Mesin Kilang, IPK 3,60), Nada Aqilah Izzatinnisa (Teknik Instrumentasi Kilang, IPK 3,62), dan M. Daffa Raswiansyah (Logistik Minyak dan Gas, IPK 3,56). Mereka menjadi bagian dari 207 mahasiswa yang lulus sebagai Sarjana Terapan pada Tahun Akademik 2025/2026.
Berapa Biaya yang Dikeluarkan PetroChina untuk Empat Mahasiswa Ini?
Program beasiswa periode kedua yang berlangsung sejak 2022 hingga 2026 ini menelan biaya total sekitar Rp 1,86 miliar. Angka itu meliputi biaya kuliah dan akomodasi di asrama selama delapan semester. Sebelumnya, pada periode pertama (2019–2023), PetroChina telah membiayai pendidikan sembilan mahasiswa asal daerah yang sama. Vice President Business Support PetroChina, Alfiani, menyebut inisiatif ini sebagai bentuk dukungan terhadap potensi lokal di sekitar Blok Jabung.
Mengapa Perusahaan Migas Ini Membiayai Kuliah Mahasiswa Lokal?
“Program beasiswa untuk pelajar asli dari wilayah sekitar Blok Jabung adalah potensi lokal yang harus didukung secara maksimal. Melalui inisiatif ini, kami ingin membuka pintu kesempatan pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah berbakat agar mereka dapat berkembang dan bersaing di kancah nasional, bahkan internasional,” ujar Alfiani dalam sambutannya saat wisuda. Ia menambahkan bahwa fokus utama bukan sekadar bantuan finansial, melainkan menciptakan generasi siap kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan sektor energi.
Kurikulum Vokasi Berbasis STEM dan Magang Industri Wajib
Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, melaporkan bahwa capaian ini merupakan hasil penguatan kurikulum vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan program magang industri wajib selama enam bulan. Sinergi erat dengan mitra industri, termasuk PetroChina, disebut menjadi kunci keberhasilan para mahasiswa meraih IPK di atas 3,5.
Proses wisuda turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mewakili Menteri ESDM, perwakilan pemerintah daerah, pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta pelaku industri energi nasional dan multinasional. Hadir pula Communication Manager PetroChina Afdal dan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Safe’i.