TANJUNG JABUNG BARAT — Lewat program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PT PLN Indonesia Power UBP Jambi tak cuma menyediakan bantuan infrastruktur. Tahun ini, mereka memfokuskan diri pada pengembangan sumber daya manusia petani melalui sekolah lapang yang resmi dibuka pekan lalu.
Program yang digarap bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat itu mencakup penyediaan bibit unggul, pupuk, dan pendampingan teknis budidaya. Camat Betara, Nasrun, menyambut baik langkah ini karena dinilai mampu meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola komoditas kebanggaan daerah.
Bupati Apresiasi Konsistensi Pendampingan Selama Tiga Tahun
Dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Tanjab Barat, Rismanto, Bupati Anwar Sadat memberikan apresiasi atas konsistensi PLN Indonesia Power. Menurut dia, kopi liberika merupakan identitas sekaligus komoditas unggulan di Negeri "Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan" yang potensial meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada PT PLN Indonesia Power yang telah menunjukkan kepedulian nyata melalui program pemberdayaan masyarakat," kata Rismanto mewakili bupati.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar kopi liberika Tanjab Barat semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
PLN: Keberhasilan Program Diukur dari Kemandirian Petani
Manager PT PLN Indonesia Power UBP Jambi, Purba Kusuma, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada penyediaan listrik yang andal. Program sekolah lapang ini, kata dia, merupakan wujud nyata komitmen mendorong pemberdayaan masyarakat lewat pengembangan potensi ekonomi lokal yang strategis.
"Keberhasilan program ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, mitra pendamping, dan masyarakat," ujar Purba.
Purba menjelaskan, perusahaan meyakini keberhasilan TJSL tidak diukur dari besarnya bantuan, melainkan dari kemampuan program menciptakan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. "Kami berharap sekolah lapang ini mampu melahirkan petani-petani kopi liberika yang semakin profesional, produktif, dan berdaya saing," tambahnya.
Mengapa Sekolah Lapang Jadi Fokus Tahun Ini?
Setelah dua tahun sebelumnya menghadirkan bantuan fisik seperti dome pengering kopi, rumah produksi, dan peralatan pengolahan, PLN Indonesia Power menilai peningkatan kompetensi petani menjadi prioritas. Tanpa kapasitas budidaya yang mumpuni, kata Purba, bantuan infrastruktur tidak akan optimal.
"Kegiatan ini dapat menambah wawasan dan ilmu bagi para petani kita terkait budidaya kopi liberika. Betara ini memang terkenal dengan kopi liberikanya," ujar Camat Betara, Nasrun.
Kopi Liberika Betara dikenal sebagai salah satu kopi khas Indonesia. Melalui program ini, reputasi Tanjung Jabung Barat diharapkan semakin meluas di kancah yang lebih luas. Bagi PLN Indonesia Power, energi bukan hanya listrik yang dihasilkan, tetapi juga energi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kolaborasi dan pemberdayaan.